• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Harga TBS Turun, Permintaan Benih Masih Normal

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit ikut berdampak kepada pendapatan petani dan perusahaan skala menengah. Lalu bagaimana efeknya bagi penjualan benih sawit? Redaksi Sawitindonesia.com mengajukan pertanyaan kepada 3 produsen benih sawit yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit, PT Socfin Indonesia, dan PT Dami Mas Sejahtera. Edwin Lubis, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, menjelaskan penurunan harga TBS sawit belum berdampak kepada penjualan benih sawit. ”Belum ada pengaruh,” ujarnya. Capaian penjualan sampai Mei 2022 sebesar 55,04% atau setara 13.759.084 butir, total pesanan masuk yang belum terkirim (yang sudah terjadwal sampai semester 2 tahun 2022) sebesar 17.014.000 butir. Dengan demikian sampai dengan Mei 2022, PPKS sudah menerima pesanan benih kelapa sawit sebesar 30.773.084 butir dan masih akan terus bertambah. Informasi serupa disampaikan Agustiaman Purba, Seed Sales & Marketing PT Socfin Indonesia (Socfindo). Agustiaman Purba menuturkan permintaan masih berjalan normal. “Sampai saat ini belum ada pengaruh. Masih normal,” urainya. Sampai Mei 2022, volume penjualan benih Socfindo sekitar 4 juta, ada kenaikan dibanding periode sama tahun 2021. Hingga akhir tahun, diproyeksikan dapat menjual sebanyak 12 juta butir. Saistyo Agi Hendiwiyarto, Sales & Marketing Manager PT Dami Mas Sejahtera mengatakan untuk petani sejauh ini belum ada penurunan signifikan. Karena kebetulan untuk penyaluran kami masih inden 2-3 bulan. “Memang ada 1-2 customer korporat yang menunda. Dari Januari sampai Juni tahun ini volume penjualan benih 4,1 juta butir,” pungkasnya.

Artikel Terkait