• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Harga CPO Menguat Ditutup di Level MYR 4.546 /ton

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) kembali menunjukkan tren menguat. Pada perdagangan Rabu (8/10/2025), harga kontrak CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman Desember ditutup di level MYR 4.546 per ton, naik 1,7%, dan menjadi yang tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir.

Kenaikan harga ini didorong oleh stagnasi produksi di dua negara produsen utama dunia, yakni Indonesia dan Malaysia, di tengah permintaan global yang terus meningkat.

“Harga CPO tinggi karena kedua produsen besar dunia, Indonesia dan Malaysia, produksinya stagnan, sementara permintaan terus meningkat,” ujar Ketua Umum GAPKI Eddy Martono, dikutip dari Bloomberg Technoz, Kamis (9/10/2025).

Eddy menambahkan, harga CPO berpotensi melonjak lebih tinggi lagi jika pemerintah Indonesia benar-benar menerapkan program biodiesel B50 yakni campuran 50% minyak nabati dalam bahan bakar solar.

Kebijakan tersebut akan meningkatkan konsumsi CPO di dalam negeri dan secara otomatis mengurangi volume ekspor ke pasar internasional.

“Mandatory B50 belum ada kepastian dari pemerintah. Namun kalau diterapkan dalam kondisi saat ini, ekspor akan berkurang dan otomatis harga minyak sawit dunia ikut naik,” jelas Eddy.

Dalam sepekan terakhir, harga CPO tercatat naik 3,55% secara point-to-point. Secara bulanan, harga naik 1,45%, dan sepanjang tahun ini (year-to-date) sudah menguat 2,3%.

Kabar rencana penerapan B50 di Indonesia menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar. Sebab, meningkatnya konsumsi domestik berarti pasokan CPO global akan menurun, yang biasanya diikuti oleh kenaikan harga internasional.

Trader senior Dorab Mistry bahkan memperkirakan, harga CPO bisa melampaui MYR 5.000 per ton jika kebijakan B50 benar-benar berjalan tahun depan.

“Jika Indonesia menjalankan B50, maka akan terjadi kelangkaan di pasar dunia dan harga akan meroket,” ujar Mistry kepada Bloomberg News.

Dengan posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar dunia, kebijakan energi hijau seperti B50 tidak hanya memperkuat kemandirian energi nasional, tetapi juga mengubah dinamika harga sawit global secara signifikan.

Kenaikan harga CPO kali ini tidak semata karena faktor musiman, tetapi juga dipicu oleh produksi yang stagnan, permintaan global yang tinggi, dan potensi implementasi program B50 di Indonesia. Jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, pasar dunia bisa menghadapi kelangkaan pasokan, dan harga CPO bisa kembali mencetak rekor baru.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait