Peluang tersebut coba digarap XCMG Group melalui jajaran alat berat dan kendaraan listrik yang dipamerkan dalam Mining Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, 9–12 September 2026.
Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan sejumlah solusi transportasi hijau untuk sektor pertambangan, termasuk XGE150PRO, dump truck listrik, dan traktor listrik.
President Director XCMG Group Indonesia Kong Qing Chao mengatakan penggunaan peralatan transportasi berbasis energi baru memiliki keunggulan dari sisi biaya operasional dibandingkan peralatan konvensional berbahan bakar diesel.
“Peralatan transportasi energi baru memiliki keunggulan signifikan dalam biaya operasional. Ditambah jaringan layanan lokal XCMG yang lengkap serta dukungan pembiayaan, ini efektif mengurangi tekanan operasional perusahaan,” kata Kong saat jumpa pers di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (9 September 2026).
Menurutnya, strategi elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi emisi. Bagi perusahaan tambang dan logistik, efisiensi biaya menjadi faktor penting dalam menentukan kelayakan adopsi teknologi baru.
Untuk memperkenalkan teknologi tersebut secara langsung kepada calon pengguna, XCMG menyediakan area test drive di lokasi pameran.
Pengunjung dapat menjajal XC938EV wheel loader listrik dan XC978HEV hybrid. Kedua unit tersebut dirancang untuk karakteristik operasional yang berbeda.
XC938EV mengandalkan tenaga listrik murni dan ditujukan untuk pekerjaan dengan intensitas tinggi dan berkelanjutan. Sementara XC978HEV menggunakan sistem hybrid yang dirancang untuk menghadapi kondisi kerja yang lebih kompleks.
Kehadiran dua unit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi alat berat mulai diarahkan pada kebutuhan operasional yang lebih spesifik, bukan sekadar menjadi alternatif terhadap mesin diesel.
Selain dua unit tersebut, PT Gaya Makmur Tractors (GM Tractors), sebagai distributor XCMG di Indonesia, turut menampilkan Wheel Loader XC938 EV, Wheel Loader XC978 HEV, Wheel Loader XC958, Excavator XE215EV, dan Crane XCT80_Y1.
Tak Hanya Tambang
Pengembangan alat berat berbasis EV dan HEV juga membuka peluang penggunaan di luar sektor pertambangan. Teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada sektor perkebunan, konstruksi, logistik, material handling, hingga berbagai aktivitas industri yang membutuhkan alat berat dengan tingkat efisiensi tinggi.
GM Tractors menilai perkembangan teknologi elektrifikasi perlu diikuti dengan pemahaman mengenai kesesuaian unit dengan karakteristik pekerjaan. Karena itu, pameran menjadi ruang bagi perusahaan untuk berdiskusi langsung dengan calon pengguna mengenai kebutuhan unit dan aplikasi di lapangan.
“Dengan pendekatan solusi untuk berbagai skenario operasional, XCMG menargetkan mendukung transformasi industri lokal menuju arah yang lebih hijau dan rendah karbon,” demikian strategi XCMG.
Bangun Ekosistem dari Manufaktur hingga Pembiayaan
Untuk mempercepat adopsi alat berat energi baru, XCMG tidak hanya mengandalkan penjualan produk. Perusahaan juga membangun ekosistem bisnis yang mencakup manufaktur lokal, riset dan pengembangan (R&D), penjualan, layanan purna jual, hingga pembiayaan.
Di Indonesia, ekosistem tersebut turut diperkuat dengan kehadiran ABC Multifinance sebagai bagian dari dukungan pembiayaan bagi pelanggan.
Selama Mining Indonesia 2026, XCMG juga menandatangani kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan serta kontrak pembelian dengan pelanggan utama. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pasar kendaraan dan alat berat energi baru mulai diarahkan tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari kesiapan pembiayaan.
Sementara itu, GM Tractors terus memperluas jaringan layanan untuk menopang penetrasi produk XCMG di Indonesia.
Hingga 2026, GM Tractors memiliki 22 cabang, 11 Service Point, dan 7 Job Site Support. Secara keseluruhan, jaringan GM Group mencapai 82 network, yang terdiri atas cabang, dealer, service point/service center, hingga job site support.
Jaringan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam adopsi alat berat listrik dan hybrid, mengingat pengguna membutuhkan dukungan teknis, ketersediaan suku cadang, serta layanan purna jual yang memadai.














