Gen-Tere diproduksi dengan material komposit dikenal memiliki rasio kekuatan yang luar biasa. Lebih kuat dan tahan lama dibandingkan material konvensional.
Industri hulu sawit menjadi daya tarik bagi produsen penyambung alat panen sawit atau galah yang beroperasi di Sleman – Yogyakarta. Pasalnya, dengan luasan 16,38 juta ha perkebunan sawit di Indonesia menjadi peluang untuk mengenalkan dan memasarkan produk (galah) dengan merek dagang Gen-Tere.
Merek dagang ini menggunakan nama Jawa, yaitu genter yang artinya Galah. Meski menggunakan nama lokal (Jawa) namun dari sisi kualitas, siap bersanding dan bersaing dengan merek yang sudah lebih dulu berada di pasaran.
Direktur, PT Karyatama Bangun Sawit, Abdul Malik menjelaskan terdapat peluang emas untuk mengenalkan dan memasarkan produknya (galah sawit) Gen-Tere di industri sawit yaitu di perkebunan sawit.
“Produk yang kami buat Galah Sawit dengan merek dagang (Gen-Tere) menggunakan material komposit untuk merevolusi industri sawit, terutama dalam mendukung sisi hulu industri sawit (perkebunan sawit). Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi material komposit, perusahaan bertekad mendorong efisiensi pertanian sawit ke level yang lebih tinggi,” jelasnya, saat ditemui di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.
“Kami (PT. Karyatama Bangun Sawit) yakin bahwa material komposit adalah pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan industri sawit yang terus berkembang. Alasan utamanya adalah sifat unggul material ini yang menawarkan kombinasi sempurna antara kekuatan tinggi dan bobot ringan. Bayangkan peralatan perkebunan yang diwujudkan dalam produk yang tidak hanya kuat dan tahan lama. Melainkan ringan dan mudah digunakan. Ini adalah terobosan besar yang akan membuat proses pemanenan lebih efisien dan hemat energi,” imbuh Malik.
Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, galah Gen-Tere mempunyai keunggulanya itu kekuatan dan ketahanan luar biasa.
Gen-Tere diproduksi dengan material komposit dikenal memiliki rasio kekuatan yang luar biasa. Menjadikannya jauh lebih kuat dan tahan lama dibandingkan material konvensional.
“Ini berarti alat-alat yang dibuat dari material ini dapat bertahan lebih lama dalam kondisi kerja yang berat,” ungkap Malik menegaskan keunggulan produknya.
Selain itu, ia melanjutkan bahwa produk Gen-Tere ringan dan mudah digunakan. Bobot yang lebih ringan berarti alat lebih mudah dioperasikan, mengurangi kelelahan pekerja dan meningkatkan produktivitas.
“Dengan peralatan yang lebih ringan, pekerja dapat melakukan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Maka, pengguna (pemanen) akan lebih efisien sienergi. Sebab, alat yang lebih ringan membutuhkan energi yang lebih sedikit untuk dioperasikan. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga mendukung praktik perkebunan yang lebih ramah lingkungan,” urai Malik.
Dari sisi produksi galah sawit di Indonesia, PT Karyatama Bangun Sawit melihat sebuah peluang dalam pemanfaatan material komposit terkini, yakni serat karbon (carbon fiber) dan serat kaca (fiberglass).
Selain itu, mengingat pentingnya memiliki alat yang handal dan tahan lama, dalam proses panen sawit, perusahaan berupaya untuk berkomitmen dan terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dalam perkebunan sawit.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 155)














