• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

GAPKI: Wujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Sawit Ramah Perempuan dan Anak

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Upaya mewujudkan sawit berkelanjutan terus dilakukan oleh stakeholders, tak terkecuali yang dijalankan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar kebun, terutama ibu dan anak dalam kerangka peran industri sawit yang penting dan strategi suntuk agenda Indonesia Emas 2045.

Gagasan untuk pemberdayaan ibu dan anak (masyarakat di sekitar kebun), disampaikan melalui "Seminar dan Workshop Perlindungan Pekerja Perempuan Sawit Kalimantan Barat" dilaksanakan pada (Rabu – Kamis/28-29 Agustus di Pontianak.

Kegiatan berseri diselenggarakan setiap provinsi sentra sawit, kolaborasi antara GAPKI dengan ILO (International Labour Organisation), Jejaring Serikat Buruh JAPBUSI dan didukung oleh BPDPKS. Dan dihadiri 110 peserta dari perwakilan perusahaan dan buruh.

Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM, Sumarjono Saragih menyampaikan kualitas manusia menjadi modal kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045. Perempuan berdaya akan menjadi ibu dari generasi 2045. Generasi yang unggul dan berakhlak.

“Tidak kurang dari 700 ribu orang terlibat dalam rantai pasok sawit di Provinsi Kalimantan Barat. Tercatat 13.56% (2023) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat disumbang oleh ekonomi sawit,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Dijelaskan Sumarjono yang karib disapa Bang Jon, peran industri sawit sangat penting dan strategis dalam agenda Indonesia Emas 2045. Secara nasional, sawit melibatkan tidak kurang 16 juta pekerja. Tentu dengan pekerja perempuan yang sangat besar pula.

“Selain itu, sawit memiliki organisasi dan jaringan kuat hingga perdesaan. Perdesaan punya banyak tantangan tapi minim infrastruktur pendukung. Oleh karena itu perlu upaya kolaboratif. Termasuk mengoptimalkan peran industri sawit,” jelasnya.

Kegiatan Seminar dan Workshop Perlindungan Pekerja Perempuan Sawit Kalimantan Barat yang diadakan GAPKI di Pontianak pun mendapat pujian dari Gubernur Kalimantan Barat.

Tidak hanya melalui beragam kegiatan workshop, GAPKI pun punya sejumlah inisiatif kegiatan dan publikasi, yang bertujuan mewujudkan sawit berkelanjutan.

"Buku Panduan Perlindungan Pekerja Permpuan dan Anak bagus dan penting. Saya harap disosialisasikan kesemua pekebun sawit. Mari sejahtera sama-sama. Lindungi perempuan. Persiapkan anak-anak jadi generasi emas. Anak sehat cerdas unggul menguasai ilmu dan teknologi. Ber-ahklak mulia. Mulai lah dari karyawan sawit. Jangan sampai ada anak stunting. Bantu dan berilah protein hewani." demikian pesan lugas dr Harisson, M Kes, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat.

Sebagai seorang dokter, Gubernur Kalbar sangat paham peran dan tantangan para ibu dan anak. Dia juga peduli dan mendukung setiap upaya yang berkaitan ibu dan anak.

"Dalam rangkaian kegiatan seminar & workshop perlindungan perempuan dan anak di sawit, ini kali pertama seorang Gubernur hadir secara fisik. Memberikan pemahaman dan mendukung. Lebih istimewa, dalam sambutan di mimbar, memuji buku panduan yang dipublikasikan oleh GAPKI. Kita butuh pemimpin seperti ini. Paham masalah. Punya visi serta menunjukkan dukungan nyata. Hormat saya kepada Gubernur Kalbar," kata tegas Sumarjono.

Sebagai informasi, Buku Panduan Perlindungan Perempuan dimaksud, di-launching tahun 2021 oleh Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Adanya Komite Perempuan di setiap tempat kerja/kebun menjadi hal kunci dan strategis dalam panduan tersebut. Sawit ramah perempuan dan anak. Dua aspek kunci menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait