• Sabtu, 26 September 2026
Berita Terbaru

GAPKI Peringati HUT ke-44: Kiprahnya Cukup Besar Sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono ungkap kiprah atau peran sektor industri sawit cukup besar sebagai pilar ekonomi nasional. Hal itu diutarakan saat menyampaikan sambutan pada peringatan HUT GAPKI ke-44, pada Kamis (6 Maret 2025), di Jakarta.

Dikatakan Eddy, dilihat dari neraca perdagangan Indonesia devisa yang dihasilkan sangat besar. Disaat pandemi Covid-19 industri sawit tidak ada pemutusan hubungan kerja, dan masih banyak peran dan kontribusi dari industri sawit.

“Untuk itu, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus bisa mengondusifkan sektor industri sawit yang kontribusinya cukup besar bagi perekonomian nasional dan masyarakat,” katanya.

Maka, tidak keliru jika menyebut sektor industri sawit menjadi pilar ekonomi nasional, yang dibuktikan dengan banyaknya tenaga kerja yang terserap. Saat ini kurang lebih tenaga kerja yang terserap cukup besar. Ada 16,2 juta orang yang terlibat di industri sawit.

“Saat ini, Indonesia sedang dilanda gelombang PHK, jangan sampai terjadi di industri sawit. Maka, diperlukan kebijakan yang bisa membuat sektor industri ini kondusif. Kami berharap kedepan, industri sawit tetap bisa memberikan kontribusi pada perekonomian nasional. Karena, di saat kondisi ekonomi global yang mengalami ketidak stabilan akibat perang dagang, industri sawit bisa menopang perekonomian nasional,” tambah Eddy.

Dikutip dari https://www.kemenkeu.go.id/, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2024 tercatat 4,95%, sementara produk domestik bruto pada sektor pertanian dan perkebunan tumbuh positif di 1,69%. Komoditas kelapa sawit menjadi salah satu motor penggerak pada kedua sektor tersebut.

Pada sisi ekspor, industr ikelapa sawit juga merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk ekspor nonmigas Indonesia. Menurut data Kementerian Perdagangan, sampai dengan September 2024 menunjukkan kinerja ekspor nonmigas sebesar USD181,14 milyar, dan untuk ekspor lemak dan minyak nabati mencapai USD14,43 milyar termasuk didalamnya minyak dari kelapa sawit. Hal ini menguatkan fakta bahwa, sektor industri sawit di Indonesia sebagai pilar perekonomian nasional.

Perlutingkatkan kerjasama dan kolaborasi

Pada kesempatan yang sama, Tun Rahmat Shah, Dewan Pengarah GAPKI menambahkan keberhasilan GAPKI dalam memajukan industri sawit hingga seperti saat ini dan kontribusinya pada negara dan masyarakat, perlu disyukuri bersama.

“Tetapi, pada momentum perayaan HUT GAPKI ke-44, perlui ntrospeksi karena banyak tantangan yang dihadapi baik dari dalam dan luar negeri. Dengan kebersamaan, keterbukaan dan saling menyadari supaya lebih kuat dalam menghadapi tantangan yang ada. Yang terpenting taati aturan yang ada,” ujarnya.

“GAPKI perlu meningkatkan kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah. Seperti yang telah disampaikan Ketua Umum GAPKI, meski produksi sawit mengalami stagnan bahkan terjadi penurunan. Namun industri sawit tetap dituntut untuk berkontribusi pada devisa negara, bahan pangan, oleokimia dan bio energi,” kata, pria yang karib disapa Rahmat.

Lebih lanjut, ia menyebut tahun 2025 bagi industri sawit tahun yang penuh tantangan. Kebijakan pemerintah terkait swasembada pangan dan energi serta hilirisasi harus didukung.

“Sehingga peningkatan produksi dan produktivitas perlu ditingkatkan dengan mempercepat peremajaan sawit rakyat (PSR). Selain itu, GAPKI juga mendukung ketahanan pangan dengan menanam padi gogo dan jagung di area yang masih memungkinkan. Yang tak kalah penting, saya sampaikan kepada seluruh pengurus GAPKI, perhatikan seluruh masyarakat sekitar. Bantu jika memang membutuhkan,” pungkas Rahmat.

Artikel Terkait