• Minggu, 27 September 2026
Berita Terbaru

GAPKI Kaltim Kampanye Sawit Positif untuk Kalangan Pelajar dan Mahasiswa

Jakarta, SAWIT INDONESIA -:GAPKI Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) ! mengelar acara edukasi sawit positif dengan untuk kalangan pelajar dan Mahasiswa di Kalimantan Timur dengan tajuk “Bekesahan dengan Bubuhan Milenial”, pada Kamis, (31 Oktober 2024) di Samarinda - Kaltim.

Tujuan dari acara tersebut memberikan pemahaman tentang kelapa sawit, produk turunan kelapa sawit, dan Industri serta efek ekonomi dan juga kontribusinya dalam menurunkan angka pengangguran dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Sedangkan, Ketua GAPKI Cabang Kaltim pada periode ini, Rachmat Perdana Angga pada sambutannya juga menyampaikan “Industri kelapa sawit memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi”, dan melalui acara ini diharapkan pemahaman akan pentingnya keberlanjutan dalam sektor industri Kelapa Sawit.

"Kami berharap, diskusi hari ini akan membuka wawasan kita tentang tantangan dan peluang yang ada" jelasnya.

Sebelumnya, acara serupa sukses diadakan di tingkat Kabupaten di Kutai Timur, Sangatta pada 26 September lalu.

Sementara,Nofriansyah selaku ketua pelaksana menambahkan kegiatan ini adalah salah satu program kerja GAPKI Cabang Kaltim sebagai pelaku usaha di bidang perkebuna kelapa sawit ingin memberikan edukasi dan pemahaman kepada generasi milenial atau Gen Z.

"Dengan harapan dapat dipahaminya tentang peran industri kelapa sawit dalam kehidupan sehari-hari, dan juga sebagai bentuk kampanye positif bahwa sawit itu baik sehingga Stigma negatif yang selama ini sering ditujukan kepada industri kelapa sawit dapat berganti menjadi positif” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala bidang Kampanye Positif Edi Suhardi, GAPKI Pusat mengatakan pihaknya mengajak generasi milenial serta Gen Z untuk berkecimpung secara aktif dalam kampanye positif terhadap sawit.

"Caranya dengan menyampaikan fakta dan data yang benar. Kampanye juga harus berbasis akal sehat dengan membandingkan informasi yang benar serta salah , kemudian mengklarifikasi berbagai isu yang kerap menjadi salah arti, " katanya.

Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding), antara beberapa perusahaan anggota GAPKI Cabang Kaltim dengan Universitas/Perguruan Tinggi yang ada di Kota Samarinda.

Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antara dunia industri dan akademik. Selain hal tersebut, akan dilakukan penjurian untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah dan Lomba Video Konten yang di ikuti seluruh pelajar dan mahasiswa se- Kalimantan Timur.

Hadir pada sesi pembuka diantaranya Kepala Dinas Provinsi Perkebunan Kaltim yang juga hadir sebagai perwakilan Gubernur Kaltim Ir. Ence Achmad Rafiddin Rizal, S.T., M.Si. , serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kaltim Ir. Rahmat Ramadhan, S.T., MM.

Edi Suhardi menambahkan selain upaya yang dilakukan pihak perusahaan, pemerintah juga harus berperan aktif dalam melindungi industri sawit sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Karena industri sawit telah menjadi tumpuan sumber pendapatan bagi 16,2 Juta tenaga kerja baik di sektor perkebunan sawit maupun industri hilir dan pendukung lainnya.

Tahun 2023 lalu melalui minyak sawit sebagai biodiesel, Indonesia bahkan mampu menghemat devisa untuk mengimpor minyak bumi sebesar US 7,92 miliar dolar Amerika Serikat atau 120,8 Triliun Rupiah. Saat ini minyak sawit Indonesia sudah diekspor ke lebih 160 Negara di Dunia serta untuk penggunaannya sudah meluas.

"Ada upaya untuk mendiskreditkan minyak sawit dan hal tersebut telah membuahkan hasil dengan diberlakukannya peraturan yang lebih ketat di Uni Eropa. Minyalnya EUDR yang dianggap membatasi penggunaan minyak sawit yang merugikan para petani maupun industri kelapa sawit di Indonesia.

Gerakan anti minyak sawit kerap mengabaikan keseimbangan perlindungan lingkungan maupun pembangunan ekonomi. Padahal, Industri Sawit sendiri terus berupaya untuk menerapkan praktek berkelanjutan serta berusaha untuk memenuhi berbagai standar internasional," ungkap Edi menambahkan.

Artikel Terkait