• Minggu, 27 September 2026
Berita Terbaru

Gapki Kalbar: 80 Ribu Hektar Kebun Sawit Rakyat Masuk Masa Peremajaan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Barat membantu percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani. Komitmen ini diungkapkan dalam Focus Group Disscussion (FGD) dan Bimbingan Teknis Peremajaan Sawit Rakyat, Selasa (20 September 2022) yang didukung BPDPKS. "Kalimantan Barat telah menjadi sentra perkebunan sawit di Indonesia. Ada 80 ribu hektar perkebunan sawit rakyat yang memasuki masa peremajaan karena masalah umur dan produktivitas yang menurun sehingga berdampak pada kesejahteraan petani," ujar Purwati Munawir, Ketua GAPKI Kalimantan Barat. Purwati mengatakan kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat yang didukung pembiayaannya oleh BPDPKS selanjutnya dana tadi disalurkan kepada lembaga perkebunan. Tetapi dalam operasionalnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Ada kendala dan tantangan yang tidak mudah untuk diselesaikan dalam pelaksanaan PSR. Disinilah dibutuhkan. kerja keras dan dukungan semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholder," ujar Purwati. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalbar Muhammad Munsif yang mewakili Gubernur Kalbar, Sutarmidji, dalam pidato yang dibacakan menjelaskan bahwa Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun merupakan Salah satu program Strategis nasional (PSN) yang dicanag Bapak Presiden Jokowi pada tahun 2017, berupa bantuan yang diberikan untuk penganti tanaman kelapa sawit yang kurang produktif seperti umur yang lebih 25 tahun, produktivitas kurang dari 10 ton Tbs/Ha/tahun atau tanaman yang berasal dari benih Illegitim (tidak unggul), sebesar Rp. 30 juta/Ha dengan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pelaksanaan program peremajaan kelapa sawit pekebun diprovinsi Kalimantan Barat dimulai sejak tahun 2018, yang tersebar di 8 kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawai dan Kubu Raya. Susanto Yang, Dewan Pembina GAPKI Kalbar menjelaskan bahwa program PSR dicanangkan oleh Presiden Jokowi karena kelapa sawit menjadi komoditas strategis dan andalan yang mampu berkontribusi US miliar. Semenjak 1980, perkebunan sawit telah berkembang di Indonesia. Di era tersebut, Kalimantan Barat termasuk provinsi yang mengawali lahirnya pembangunan kelapa sawit. "PSR termasuk program intensifikasi untuk menghasilkan produktivitas tinggi. Apabila produktivitas CPO dapat ditingkatkan menjadi 5 ton per hektare per tahun. Dengan luas lahan 16,3 juta hektare akan diperoleh sekitar 80 juta ton," kata Susanto. Sementara itu, produksi sawit baru mencapai 40 juta ton hingga tahun lalu. Rata-rata produktivitas baru 3 ton CPO per hektare per tahun yang ditargetkan naik menjadi 5 ton CPO per hektare per tahun.

Artikel Terkait