JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memproyeksikan harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) berpotensi mengalami kenaikan pada tahun 2027. Lonjakan harga ini dipicu oleh tergerusnya alokasi ekspor Indonesia akibat peningkatan signifikan penyerapan CPO di dalam negeri untuk program pemenuhan energi bersih (biodiesel).
Sekretaris Jenderal GAPKI, Hadi Sugeng Wahyudiono, menegaskan bahwa minyak sawit menyumbang sekitar 35 persen dari total pasokan minyak nabati dunia. Oleh karena itu, penurunan volume ekspor dari Indonesia sebagai produsen dan eksportir terbesar dunia akan berdampak langsung terhadap keseimbangan permintaan dan penawaran (supply and demand) global.
“Minyak sawit bukan satu-satunya minyak nabati di dunia, kontribusinya sekitar 35 persen. Kita khawatir kalau banyak terserap di dalam negeri dan ekspornya kurang, apalagi ditambah kurang baiknya panen minyak nabati lain di Eropa, harga akan terdongkrak naik,” ungkap Hadi dalam konferensi pers IPOC 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Hadi juga mengingatkan bahwa tren kenaikan harga komoditas CPO global tidak hanya berimplikasi pada pasar internasional, tetapi juga berisiko mengerek harga bahan pangan turunan di dalam negeri.
“Efeknya ke minyak goreng dan produk-produk turunan lainnya akan banyak rentetannya. Itu yang perlu kita jaga bersama, karena iklim supply dan demand sawit ini sangat rentan,” tambahnya.
Poin-poin utama target produksi 2026, tantangan BJR akibat kemarau, hingga pemaparan proyeksi harga di IPOC 2026 meliputi:
- Optimisme Produksi 2026 (58,8 Juta Ton): GAPKI masih optimistis target produksi minyak sawit nasional tahun 2026 sebesar 58,8 juta ton dapat tercapai, ditopang oleh curah hujan yang baik serta pemupukan yang optimal sepanjang tahun sebelumnya.
- Tantangan Penurunan Berat Janjang Rata-rata (BJR): Kendati target dipatok tinggi, Bendahara Umum GAPKI Mona Surya memberikan catatan bahwa kondisi kemarau belakangan ini telah menyebabkan penurunan Berat Janjang Rata-rata (BJR) di perkebunan sebesar 17–20 persen dalam dua bulan terakhir.
- Proyeksi Resmi Harga 2027 di IPOC 2026: Mengenai besaran angka pasti kenaikan harga CPO pada 2027, GAPKI menyatakan analisis mendalam akan dipaparkan secara langsung oleh para pakar minyak nabati terkemuka dunia, salah satunya Dorab Mistry dari Godrej International, pada ajang tahunan IPOC 2026.
- Penyelenggaraan Konferensi IPOC 2026 di Bali: Konferensi sawit internasional The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook dijadwalkan berlangsung pada 11–13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience”.
Sumber: gapki.id














