• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Ekspor Sawit Periode Agustus Anjlok 26,39 Persen

Ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia pada Agustus mengalami penurunan secara tahunan yakni sebesar 26,39% dengan andil terhadap ekspor 7,90%. Namun, dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor CPO naik 27,86%.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Selasa (17/9/2024).

Selain CPO yang menalami penurunan tajam, ekspor besi dan baja yang memiliki andil 8,96% alami juga penurunan sebesar 10,51% yoy dan 1,42% mtm. Pada komoditas batu bara, terjadi kenaikan sebesar 9,65% yoy tapi turun 0,84 mtm.

"Secara mtm ekspor batu bara dan besi baja turun sedangkan CPO dan turunnya meningkat sedangkan secara tahunan ekspor batu bara meningkat sednagkan besi baja dan CPO turun," ujarnya.

Meskipun komoditas unggulan ekspor Indonesia cenderung turun, total ekspor Indonesia pada Agustus 2024 mencapai US,56 miliar atau naik 5,97% dibandingkan Juli 2024.

"Nilai ekspor 3 komoditas ini share-nya 27,91% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Agustus 2024," kata Pudji.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengungkapkan, kinerja eskpor pada paruh kedua tahun ini akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi negara-negara importir CPO. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kinerja ekspor belum akan pulih dari periode sebelumnya di kuartal I dan II/2024 yang cenderung landai

Gapki mencatat total ekspor CPO dan turunannya pada April 2024 sebanyak 2,17 juta ton mengalami penurunan 14,94% (month-to-month/mtm) dibandingkan ekspor pada Maret 2024 sebesar 2,56 juta ton. Penurunan ekspor terbesar terjadi pada komoditas CPO yang mencapai 46,7% (mtm) dari 327.000 ton pada Maret menjadi 174.000 ton pada April 2024. Dari sisi negara tujuan ekspor, penurunan ekspor CPO terdalam pada April 2024 terjadi untuk tujuan ke China.

Volume ekspor minyak sawit ke China turun dari 447.000 ton pada Maret 2024 menjadi 315.000 ton pada April 2024. Selanjutnya penurunan ekspor juga terjadi ke India, Bangladesh dan Pakistan.

Eddy membeberkan, penurunan volume ekspor ke negara-negara importir CPO pada paruh pertama 2024 terjadi karena adanya pasokan minyak nabati lainnya yang melimpah.

“Selisih harga yang tidak signifikan dengan minyak sawit, telah membuat para importir CPO Indonesia beralih pilihan pada minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai,” ujarnya, Kamis (4/7/2024).

Artikel Terkait