Jakarta, SAWIT INDONESIA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya mencapai US,89 miliar (Rp31 Triliun) pada Desember 2024. Nilai tersebut anjlok 9,34% dibanding November 2024 yang mencapai US,09 miliar (Rp34,2 Triliun).
Kendati demikian, secara tahunan, kinerja ekspor komoditas ini tumbuh positif sebesar 30,05% dibanding tahun lalu US,45 miliar.
“Nilai ekspor CPO dan turunannya secara bulanan turun 9,34%, tetapi secara tahunan naiknya cukup tinggi 30,05%,” ujar Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Rabu (15/1/2025).
Amalia mengungkap jika CPO dan turunannya serta besi dan baja berkontribusi sebesar 31,71% terhadap total ekspor non migas Indonesia pada Desember 2024.
“Ketiga komoditas berkontribusi 31,71% terhadap total ekspor non migas pada Desember 2024,” ungkap Amalia.
BPS mencatat bahwa ekspor komoditas besi dan baja serta CPO dan turunannya mengalami penurunan secara bulanan (Month to Month/MtM).
Tercatat, nilai ekspor besi dan baja mencapai US,37 miliar di Desember 2024 atau turun 1,14% dibanding bulan lalu yang mencapai US,40 miliar.
Kendati begitu, jika dilihat secara tahunan (Year on Year/YoY), kinerja ekspor besi dan baja tercatat naik sebesar 3,82% dari tahun lalu US,28 miliar.
Kemudian, nilai ekspor batubara tercatat meningkat. Di Desember 2024, nilai ekspor batubara naik 2,81% MtM, dari sebelumnya US,61 miliar menjadi US,69 miliar.
Meski mengalami peningkatan dibanding bulan lalu, ekspor batubara bila dibandingkan tahun lalu justru tercatat turun signifikan, sebesar 10,36%, dari tahun sebelumnya US miliar














