• Senin, 19 Oktober 2026
Berita Terbaru

Edukasi Pelajar Belitung, BPDP dan Bea Cukai Ungkap Peluang Beasiswa Sawit untuk 5.000 Mahasiswa

TANJUNG PANDAN, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk Customs x BPDP Goes to School di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 14–15 Oktober 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi generasi muda mengenai potensi ekonomi komoditas perkebunan, tata kelola dana perkebunan, serta urgensi pengembangan kelapa sawit berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan di dua lokasi utama, yakni SMAN 2 Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung (14/10/2026) dan SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur (15/10/2026), yang diikuti oleh ratusan pelajar dari jenjang SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Staf Divisi Komunikasi dan Layanan Informasi BPDP, Taufiqurrokhman, hadir sebagai narasumber membawakan materi bertajuk “Kenal dan Lebih Dekat dengan Perkebunan dan BPDP”.

Melalui pendekatan komunikatif, peserta diajak mengenali berbagai produk olahan sawit, kelapa, dan kakao yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—mulai dari bahan pangan, produk perawatan diri, hingga energi terbarukan biodiesel.

Poin-poin utama peran komoditas perkebunan, capaian Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) lokal, serta peningkatan kuota beasiswa pendidikan meliputi:

  • Peluang Beasiswa SDM Perkebunan 2026:

  • BPDP menegaskan bahwa sektor perkebunan membutuhkan tenaga profesional lintas disiplin ilmu, seperti teknik mesin, IT, akuntansi, agribisnis, hingga manajemen.

  • Pada periode 2023–2025, sebanyak 127 mahasiswa asal Bangka Belitung telah menerima Beasiswa SDM Perkebunan.

  • Pada tahun 2026, kuota penerima beasiswa kuliah perkebunan secara nasional resmi ditingkatkan dari 4.000 menjadi 5.000 mahasiswa.

Dampak Program PSR di Bangka Belitung:

  • Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sepanjang periode 2016–2026, dukungan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menyentuh 1.531 pekebun dengan total luasan mencapai 2.337 hektare.

  • Total penyaluran dana PSR di wilayah tersebut telah menembus Rp65,9 miliar untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul bersertifikat guna mendongkrak produktivitas lahan rakyat.

  • Kolaborasi Inklusif Kementerian Keuangan: Kegiatan Goes to School ini menjadi bukti sinergi antar-unit Kemenkeu (DJBC dan BPDP) dalam menghadirkan komunikasi publik yang inklusif, merangkul seluruh jenjang pendidikan menengah termasuk pelajar SLB.

  • Pendorong Inovasi Hilir & Kewirausahaan Muda: Pelajar diajak untuk melihat riset dan pengembangan produk hilir perkebunan sebagai peluang bisnis berbasis kreativitas dan teknologi di masa depan.

Melalui kegiatan ini, BPDP dan Bea Cukai berharap generasi muda di daerah penghasil komoditas dapat terinspirasi untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing sektor perkebunan Indonesia.

Sumber: bpdp.or.id

Artikel Terkait