• Jumat, 2 Oktober 2026
Sajian Utama

Drone DJI AgrasT50 Permudah Perawatan Kebun Sawit

Pelaku usaha perkebunan sawit akan lebih mudah dan efisien saat melakukan perawatan (pemupupukan dan pengendalian hama) dengan menggunakan teknologi drone DJI Agras T50.

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang menopang perekonomian Indonesia. Namun, sektor ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari efisiensi operasional, hingga distribusi hasil panen.

Dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya, sektor industri kelapa sawit dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan. Salah satunya yakni Drone yang dapat digunakan untuk persiapan lahan, monitoring budidaya, evaluasi kesehatan tanaman, dan pemupukan.

Dikutip dari instiperjogja.ac.id, perkembangan drone yang pesat telah memberikan perubahan di berbagai bidang salah satunya bidang pertanian khususnya perkebunan. Drone pada saat ini tidak hanya digunakan untuk keperluan fotografi dan videografi, namun juga digunakan untuk pemetaan, pemupukan, dan monitoring kondisi kebun.

Di perkebunan kelapa sawit, drone telah dimanfaatkan untuk bidang persiapan lahan, monitoring budidaya kelapa sawit, evaluasi kesehatan tanaman, dan pemupukan. Drone juga telah banyak dimanfaatkan untuk memonitoring pertumbuhan tanaman, mengevaluasi kesehatan tanaman, melakukan sensus jumlah tanaman, dan masih banyak lagi.

Sumber lain juga menyebut drone dapat digunakan di perkebunan kelapa sawit untuk berbagai keperluan, seperti: Persiapan lahan, monitoring budidaya, Evaluasi kesehatan tanaman, Pemupukan, Monitoring pertumbuhan tanaman, Sensus jumlah tanaman, Monitoring serangan hama dan penyakit dan Monitoring infrastruktur kebun.

Penggunaan drone di perkebunan kelapa sawit dapat memberikan banyak manfaat, di antaranya: Mengurangi biaya operasional jangka panjang, Menghemat waktu secara signifikan, Meningkatkan efisiensi produktivitas operasional, Meningkatkan kualitas hasil panen, Meningkatkan efisiensi operasional.

Maka, dengan banyaknya manfaat drone di sektor perkebunan kelapa sawit menjadi peluang bagi pelaku usaha supporting sawit. Yakni, TB Global Group yang hadir sebagai mitra terpercaya dengan menawarkan solusi terintegrasi berbasis inovasi dan teknologi modern. Perusahaan ini, telah terdaftar sebagai Authorized Distributor terhitung sejak awal 2024.

GM Commercial DJI PT. Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) Nicko Arywibowo mengungkapkan untuk mendukung meningkatkan efisiensi produktivitas operasional, pihaknya memperkenalkan drone DJI Agras sebagai solusi modern untuk penyemprotan pupuk dan pestisida di perkebunan kelapa sawit.

“Kemampuan drone DJI Agras memungkinkan petani kelapa sawit untuk melakukan penyemprotan secara presisi sehingga menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional secara keseluruhan. Kehadiran drone DJI Agras dari TSIT juga terbukti mengurangi penggunaan bahan kimia yang berlebihan, sehingga membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap mempertahankan efisiensi produksi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Majalah Sawit Indonesia.

“Kecanggihan drone DJI Agras dari TSIT terbukti meningkatkan efisiensi perkebunan, terutama di area yang luas dan sulit dijangkau. Dengan demikian, petani dapat memperoleh hasil panen berkualitas tinggi tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem sekitar. Hal ini menjadikan TSIT sebagai pelopor solusi agrikultur modern di Indonesia,” sambung Nicho.

Dijelaskan Nicko, di perkebunan kelapa sawit DJI Agras T50 dapat digunakan dalam areal bibitan, perawatan dan pemeliharan tanaman sawit seperti pengendalian hama/gulma dan pemupukan.

“Larutan pestisida atau herbisida untuk pengendalian hama/gulma dapat disemprotkan menggunakan drone DJI Agras T50 karena drone DJI Agras memiliki precision nozzle yang dapat menyesuaikan tingkat aliran sesuai dengan kebutuhan tanaman, mulai dari 60 hingga 600 mikron ukuran droplet. Hal yang sama juga dalam penaburan pupuk granular dapat disebar menggunakan drone DJI Agras T50 secara merata,” jelasnya.

Yang menarik dari drone ini, tambah Nicko, berkapasitas besar mampu mengangkut beban hingga 50 Kg. Disematkan teknologi radar mutakhir dengan radar omni-directional yang memungkinkan deteksi 360 derajat terhadap rintangan, sehingga lebih aman untuk digunakan di berbagai medan.

“Sistem Penyemprotan yang Presisi dengan pompa penyemprot canggih dan nozel yang menghasilkan penyemprotan lebih presisi dan merata. Kompatibilitas dengan Ekosistem DJI yang integrasi dengan software DJI Terra untuk pemetaan dan analisis lahan,” urai Nicko.

“Efisiensi tinggi hingga 1 hektar per flight dan meningkatkan produktivitas dibandingkan metode tradisional. Serta, mengoptimalkan penggunaan pestisida dan pupuk cair, sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Kemudahan penggunaan, dengan fitur seperti lepas landas otomatis, perencanaan jalur otomatis, dan return-to-home, drone ini sangat mudah dioperasikan,” sambungnya.

Untuk diketahui, PT Tribuana Solusi Inovasi Teknologi (TSIT) adalah perusahaan distributor resmi DJI Agriculture di Indonesia yang berfokus pada penyediaan drone pertanian berteknologi tinggi, untuk memenuhi kebutuhan di sektor pertanian, perkebunan, perikanan tambak, dan sektor lain-lainnya.

Spesifikasi DJI Agras T50

Secara spesifikasi produk dariDJI AgrasT50 yang diperkenalkan dan dipasarkan keindustri sawit, memiliki kemampuan peyemprotan larutan pestisida/pupuk cair/herbisida dan juga memiliki kemampuan penaburan pupuk granular.

DJI Agras T50 memiliki kapasitas tangki 40L untuk operasi penyemprotan (Spraying), kapasitas tangki 50 kg untuk operasi penaburan granul (Spreading). Mampu beroperasi secara spot tree operation (spraying/spreading), mampu bekerja pada malam hari, dan memiliki keamanan tingkat tinggi karena memiliki active phase radar dan binocular system.

Selain itu, DJI Agras T50 memilki kemampuan terbang rata-rata 7-10 menit dan coverage area yang dicapai hinggasatu (1) hektar per flight.

Dari hasil pengamatan di lapangan, hampir semua umur tanaman kelapa sawit mulai dari pembibitan (nursery), TBM, hingga TM sangat membutuhkan drone pertanian DJI Agras. Misalnya pada tanaman nursery operasi drone secara blanket sangat effektif dilakukan dapat menghemat waktu dan mengendalikan hama/fungi secara tepat dan merata.

Sementara, pada kasus lain untuk pengendalian Hama kumbang Tanduk (Orytecs), drone DJI Agras mampu terbang dengan ketinggian maksimal hingga 30 meter dan mampu menjangkau pucuk tajuk tanaman dan dapat menyemprotkan dosis per pokok dengan fitur spot tree operation yang dimiliki oleh drone DJI Agras.

“Pelaku usaha sawit dengan memanfaatkan atau menggunakan drone DJI Agras T50, dapat mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam proses penyemprotan atau pemupukan. Serta meningkatkan produktivitas dengan distribusi pupuk dan pestisida yang lebih merata. Dan, Membantu perusahaan meningkatkan efisiensi biaya operasional. Ini menjadi nilai tambah yang akan dirasakan pelaku usaha sawit,” ungkap Nicko.

Tips perawatan

Namun, untuk menjaga dan durabilitas pihak TSIT menyarankan perlu ada maintenance secara berkala, Basic Maintenace – Routine Maintenance – Deep Maintenace melakukan cleaning setiap kali selesai operasi (minimal 1 kali dalam sehari). Sedangkan basic maintenance dapat dilakukan dengan cara mengecek kondisi drone secara visual maupun Audio (dengan memperhatikan suara yang di timbulkan oleh drone) dan wajib untuk mencuci drone 1 kali dalam sehari.

Untuk memudahkan dan memanjakan konsumen, PT TSIT memberikan demo serta uji coba gratis kepada calon konsumen sesuai dengan permintaan. Selain itu, apabila terdapat kegagalan system, pihak TSIT akan membantu memproses pergantian unit parts (baru) dan juga ketersedian spareparts yang memadai dan saat ini TSIT sudah berada di dua (2) lokasi yakni Jakarta dan Pekanbaru.

Saat ini TSIT memiliki Head Office di Jakarta dan Branch Office di Pekanbaru, terdapat juga subdealer yang mengcover area Sulawesi (Sidrap dan Toure) Medan, Jambi, Palembang dan Jawa Barat.

Melihat luasnya lahan perkebunan sawit yang ada di Indonesia ini dan merupakan komoditas primadona Indonesia baik potensi dan permintaan DJI Agras T50 sangat besar dan sejauh ini di industri kelapa sawit meningkat hingga 70% dari tahun sebelumnya.

Saat ini, untuk penjualan drone DJI Agras T50, pihak TSIT masih terfokus di Sumatera, tepatnya di daerah sentra sawit. Namun tidak menutup kemungkinan ekspansi di daerah-daerah lain yang berpotensi besar untuk mengenalkan produknya.

“Pangsa pasar TSIT sejauh ini banyak di Wilayah Sumatera dan akan segera ekspansi ke wilayah lainnya karena TSIT telah melakukan kegiatan drone demo dan trial diberbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan mendapat respon positif dari pihak plantation untuk dilakukan POC secara lanjutan,” tutur Nicko Arywibowo.

Untuk meningkatkan penjualan ditahun mendatang, pihak TSIT melakukan kegiatan demo drone atau roadshow di beberapa daerah.

Artikel Terkait