Bangkinang, SAWIT INDONESIA - Tim dosen Program Studi D3 Teknik Pengolahan Sawit (TPS) Politeknik Kampar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penyuluhan pemanfaatan bungkil inti sawit (palm kernel cake/PKC) sebagai bahan baku pakan alternatif. Kegiatan ini menyasar Kelompok Pembesaran Ikan Mekar Terbilang di Desa Rantau Merangin, Kabupaten Kampar, Riau.
Kegiatan yang diketuai oleh Ir. Fatmayati, ST., M.Si. ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat produktif. Kelompok mitra yang dipimpin oleh Ujang Zulherman ini beranggotakan 10 orang dan mengelola budidaya ikan patin, nila, serta baung pada tujuh unit kolam dengan produktivitas mencapai 2.000–5.000 kg ikan konsumsi per siklus.
Kendati kelompok telah mampu memproduksi pelet secara mandiri menggunakan mesin pencampur dan pencetak, tingginya ketergantungan pada bahan baku komersial membuat biaya pakan menjadi komponen pengeluaran terbesar. Kebutuhan pakan mitra sendiri berkisar antara 3.000–8.000 kg per siklus produksi.
Melalui program PkM ini, tim memperkenalkan bungkil inti sawit sebagai bahan baku alternatif—bukan pengganti total seluruh bahan pakan—guna menekan biaya operasional. Materi yang disampaikan mencakup karakteristik nutrisi bungkil inti sawit, potensi pemanfaatannya, prinsip dasar formulasi pakan, hingga strategi memaksimalkan bahan baku lokal untuk mendongkrak efisiensi usaha.
Selain pemaparan materi, tim dosen juga melakukan observasi langsung ke area produksi pakan, fasilitas mesin pencetak pelet, serta kolam-kolam budidaya mitra. Sesi diskusi berlangsung interaktif, membahas tuntas seputar kandungan nutrisi, teknik pengolahan, cara penyimpanan yang tepat, hingga uji coba penerapan pada komoditas ikan yang dibudidayakan.
Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan nilai tambah dari limbah atau hasil samping industri kelapa sawit yang berlimpah di Provinsi Riau. Ke depan, tim PkM Politeknik Kampar berkomitmen untuk melanjutkan program ini melalui pendampingan teknis intensif, demonstrasi formulasi pakan, hingga uji coba langsung di skala usaha mitra guna memastikan efisiensi dan keberlanjutan ekonomi pembudidaya ikan.














