• Sabtu, 26 September 2026
Berita Terbaru

Dosen AKPY-STIPER Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Dosen AKPY-STIPER, Rizka Nurjanah, S.TP, M.Si, mendorong pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna melalui inovasi pembuatan lilin aromaterapi. Hal ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat.

Gagasan tersebut disampaikan dalam materi bertajuk Waste to Wax sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih produktif dan ramah lingkungan, pada acara ‘Workshop & Conference UMKM Sawit Jogja 2026’, yang dihadiri 250 peserta (mahasiswa, akademisi, siswa, pelaku UMKM, dan perwakilan dari pemerintah setempat), di aula kampus AKPY-STIPER, pekan lalu.

Menurut Rizka, minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap tidak berguna justru memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. “Minyak jelantah itu sering dibuang begitu saja, padahal berpotensi mencemari lingkungan. Dengan pengolahan sederhana, limbah ini bisa kita ubah menjadi lilin aromaterapi yang punya nilai pakai sekaligus nilai jual,” ujarnya.

"Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pembuatan lilin dimulai dengan penyaringan awal minyak jelantah untuk memisahkan sisa residu makanan.

Setelah disaring, minyak memasuki tahap pemurnian menggunakan bleaching earth. Bahan ini berfungsi secara efektif untuk mengikat kotoran mikro serta menetralisir bau tengik pada jelantah. Langkah selanjutnya adalah pencampuran, di mana minyak yang telah murni dikombinasikan dengan bahan tambahan seperti stearin atau parafin. Penambahan bahan ini bertujuan untuk menghasilkan tekstur lilin yang padat, memberikan tampilan yang bersih, serta memastikan daya bakar lilin tetap stabil dan tahan lama.

“Di tahap akhir, kita bisa menambahkan pewangi atau essential oil agar lilin memiliki fungsi aromaterapi. Ini yang membuat produk jadi lebih menarik di pasaran,” jelas Rizka.

Rizka menilai inovasi ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat. Produk lilin aromaterapi berbasis limbah dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena mengusung konsep daur ulang dan keberlanjutan.

“Ini bisa menjadi peluang bagi UMKM. Selain mengurangi limbah, juga bisa menambah sumber pendapatan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pengolahan minyak jelantah secara tepat dapat membantu menekan pencemaran air dan tanah akibat pembuangan limbah minyak secara langsung.

Melalui pendekatan waste to product, Rizka berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah semakin meningkat. “Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan mendorong lebih banyak solusi kreatif berbasis lingkungan,” pungkasnya.

Artikel Terkait