• Kamis, 15 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dorong Petani Sawit Naik Kelas: BPDP dan BPI, Latih Petani Sawit Aceh Timur Terapkan Praktik Kebun Terbaik

SAWIT INDONESIA - Sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus berbenah untuk menghadapi tantangan global dan regulasi nasional yang semakin ketat. Komitmen ini ditindaklanjuti melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi petani sawit swadaya. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Best Planter Indonesia (BPI) menggelar pelatihan bagi para petani sawit asal Kabupaten Aceh Timur.

Pelatihan yang bertujuan mendorong petani sawit naik kelas ini dipusatkan di Banda Aceh, dengan menggunakan dua lokasi hotel yaitu Hotel Amel dan Hotel Ayani. Kegiatan ini diikuti oleh total 145 peserta yang merupakan petani sawit swadaya perwakilan dari Kabupaten Aceh Timur. Melalui program ini, para peserta dibekali ilmu mendalam mengenai tata kelola kebun yang sesuai dengan standar Best Management Practices (BMP).

Pelatihan ini memegang peranan yang sangat strategis dalam menyongsong diberlakukannya kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) oleh pemerintah. Dengan penerapan ISPO yang wajib bagi seluruh pelaku industri sawit, termasuk pekebun rakyat, pemahaman mengenai tata kelola kebun yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan sesuai hukum menjadi kunci utama agar hasil produksi petani tetap diakui di pasar nasional maupun internasional.

Tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan kelas, para peserta juga diajak untuk melihat langsung praktik di lapangan. Guna mendukung agar pelatihan ini berjalan tepat sasaran dan dapat diaplikasikan, panitia memboyong para peserta melakukan kunjungan lapangan (studi banding ke Koperasi Produsen Berkat Bunga Damai yang berlokasi di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Di lokasi tersebut, para petani Aceh Timur berdialog dan melihat dari dekat para petani setempat yang telah lebih dulu sukses mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kunjungan ini memberikan gambaran riil mengenai bagaimana sebuah kebun sawit rakyat dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan sehingga berhasil menembus standar sertifikasi internasional.

Melalui sinergi pelatihan teori dan kunjungan lapangan ini, diharapkan para petani sawit Aceh Timur mampu meningkatkan pengetahuan teknis sekaligus manajerial dalam mengelola kebun kelapa sawit mereka. Target jangka panjangnya, para petani swadaya tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan bisa naik kelas dan berdiri setara, baik dari segi tingkat produktivitas tandan buah segar (TBS) maupun tata kelola kebunnya dengan perusahaan swasta besar maupun perkebunan milik negara.

Langkah kolaboratif ini menjadi angin segar bagi masa depan perkebunan rakyat di Aceh. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan semangat belajar yang tinggi dari para petani, masa depan industri sawit nasional yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan berada di jalur yang tepat. Maju terus petani sawit Indonesia!

Artikel Terkait