• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dorong Koperasi Masuk Sektor Produksi, Menkop Ferry Juliantono Targetkan Pembangunan Pabrik Minyak Goreng Mandiri

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Kementerian Koperasi mendorong peran aktif koperasi untuk kembali masuk ke sektor industri dan produksi nasional. Salah satu langkah strategis yang tengah dipicu adalah mendorong koperasi sawit untuk memiliki pabrik minyak goreng mandiri yang produknya akan didistribusikan langsung melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta koperasi daerah lainnya.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menggarisbawahi bahwa penguatan struktur koperasi di sektor hulu dan hilir bertujuan memutus ketergantungan masyarakat pada produk minyak goreng olahan konglomerasi atau perusahaan swasta skala besar.

“InsyaAllah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan punya pabrik minyak goreng yang diproduksi oleh koperasi sendiri. Kami kemarin sudah meresmikan pabrik-pabrik CPO oleh koperasi, sekarang kami tidak mungkin lagi membiarkan kita tergantung kepada minyak goreng dari perusahaan-perusahaan tersebut,” tegas Ferry, Rabu (30/9/2026).

Menkop menyoroti ketimpangan struktur penguasaan lahan di mana sekitar 20 perusahaan besar menguasai hingga 52% luas perkebunan sawit nasional beserta infrastruktur pabrik CPO dan produk turunannya.

Poin-poin penting dan rekam jejak akselerasi hilirisasi sawit berbasis koperasi meliputi:

  • Sirkulasi Ekonomi Inklusif: Pengalihan pola konsumsi masyarakat ke minyak goreng produksi koperasi diharapkan mampu mengalirkan manfaat nilai tambah sawit secara lebih merata kepada anggota dan masyarakat perdesaan.

  • Model Hilirisasi KUD Sejahtera: Menkop Ferry sebelumnya meresmikan pabrik pengolahan CPO milik KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 12 Agustus 2026. Pabrik berinvestasi sekitar Rp100 miliar tersebut berkapasitas 45 ton TBS per jam dan menjadi percontohan (pilot project) hilirisasi sawit rakyat.

  • Integrasi hingga Fasilitas Refinery: Koperasi sawit didorong untuk tidak berhenti pada penjualan CPO—seperti yang saat ini dipasarkan ke Wilmar—melainkan melangkah ke pembangunan fasilitas pemurnian (refinery) minyak goreng.

Melalui perluasan peran ke sektor produksi, distribusi, hingga industri pengolahan, Kementerian Koperasi optimistis dapat memperkuat posisi tawar petani sawit swadaya sekaligus membangun ketahanan pangan minyak goreng nasional berbasis ekonomi kerakyatan.

Sumber: liputan6.com

Artikel Terkait