Balikpapan, SAWIT INDONESIA – Pelatihan Petani Sawit Kelas Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 bukan sekadar menambah pengetahuan teknis bagi peserta. Lebih dari itu, para pekebun diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menularkan ilmu dan praktik terbaik kepada pekebun lain di Kabupaten Paser.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Paser, Siti Nurjanah,S.P, M.P, saat menutup Pelatihan Petani Sawit Kelas Panen dan Pascapanen yang diselenggarakan AKPY dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Selama lima hari pelatihan, sebanyak 156 pekebun mendapatkan pembekalan mengenai teknik panen dan penanganan pascapanen sesuai standar untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting bagi pekebun sawit di Kabupaten Paser.
Ia menilai para peserta merupakan pekebun yang beruntung karena memperoleh kesempatan belajar langsung dari para narasumber dan fasilitator yang berpengalaman. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan secara nyata di kebun masing-masing.
"Sebanyak 156 peserta ini adalah orang-orang yang beruntung. Harapan kami, apa yang telah diperoleh selama pelatihan tidak hanya berakhir di ruangan ini, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan," ujarnya saat acara penutupan pelatihan, pada Selasa (21 Juli 2026), di Balikpapan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Paser berharap seluruh peserta menjadi agen perubahan yang mampu memberi contoh praktik panen dan pascapanen kelapa sawit yang baik dan benar. Menurutnya, penerapan teknik yang tepat akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi dan produktivitas kebun rakyat.
"Kami berharap Bapak dan Ibu menjadi agen perubahan di Kabupaten Paser. Berikan contoh bagaimana pelaksanaan panen dan pascapanen kelapa sawit yang baik dan benar. Jika dilakukan dengan benar, tentu akan meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit," katanya.
Tak hanya itu, peserta juga diminta menyebarluaskan ilmu yang telah diperoleh kepada keluarga, tetangga, hingga sesama pekebun di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas dan mendorong semakin banyak pekebun menerapkan praktik panen dan pascapanen pada budidaya sawit sesuai standar.
"Minimal ilmu ini ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan pekebun lainnya. Tunjukkan bagaimana cara yang benar dalam mengelola kebun kelapa sawit sehingga produktivitas meningkat sekaligus tetap menjaga keseimbangan lingkungan," ujarnya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Apalagi, sebagian kelompok tani di Kabupaten Paser telah berhasil memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
"Saat ini sudah ada 13 kelembagaan kebun di Kabupaten Paser yang telah tersertifikasi ISPO. Artinya, mereka telah menerapkan kaidah budidaya yang baik dan benar. Kami berharap ilmu yang diperoleh selama lima hari ini benar-benar melekat, dipraktikkan, dan ditularkan kepada masyarakat di daerah masing-masing sehingga produksi dan produktivitas kelapa sawit Kabupaten Paser terus meningkat," katanya.
Menurut Siti, peningkatan produktivitas pada akhirnya akan bermuara pada meningkatnya kesejahteraan pekebun. Di tengah harga tandan buah segar (TBS) yang relatif baik, penerapan teknik panen dan pascapanen yang tepat akan semakin mengoptimalkan hasil yang diterima petani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, fasilitator, AKPY, BPDP, dan Ditjenbun yang telah menghadirkan pelatihan bagi pekebun sawit Kabupaten Paser. Kegiatan tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia sektor perkebunan.
"Kegiatan ini merupakan investasi yang sangat penting untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Paser. Pemerintah Kabupaten Paser tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi petani melalui berbagai upaya, termasuk mencari sumber pendanaan di luar APBD. Kami berterima kasih kepada BPDP yang telah memberikan dukungan sehingga pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik," tuturnya.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi demi kemajuan perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Paser.
"Petani hebat tetaplah semangat, terus belajar demi masa depan," pungkas Siti.














