Samarinda, SAWIT INDONESIA - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan subsektor yang menjadi penggerak ekonomi hijau berbasis kerakyatan, sehingga ia terus mendorong para pekebun dan perusahaan mengutamakan kelestarian ekosistem.
"Perkebunan kelapa sawit di Kaltim harus mampu menjadi motor ekonomi hijau yang berdaya saing dan memberi manfaat nyata baik bagi daerah maupun bangsa," ujar Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim Taufiq Kurrahman di Samarinda, Kamis.
Saat ini luas lahan kelapa sawit produktif di Kaltim antara 1,3 juta hektare hingga 1,57 juta hektare dengan produksi tahunan sekitar 17–19 juta ton tandan buah segar (TBS), maka ia terus mendorong semua pihak terkait melakukan pengelolaan berkelanjutan.
Pengelolaan wajib dilakukan berkelanjutan untuk mewujudkan keinginan agar sawit benar-benar memberi manfaat maksimal pada masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, dan keseimbangan lingkungan, yakni perkebunan dengan tetap menjaga ekosistem dan tidak merusak ekologi penting di dalamnya.
Dalam menjaga ekosistem ini, Pemprov Kaltim pun telah menerapkan perlindungan pada Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) di kawasan perkebunan, yakni salah satunya untuk mendorong produk kelapa sawit makin kuat bersaing di pasar nasional dan pasar global.
Ini karena perlindungan ANKT juga menjadi persyaratan nasional dan internasional bahwa produk dari perkebunan sawit menerapkan komitmen ramah lingkungan, terutama terkait ISPO dan RSPO.
Capaian besar bagi masa depan perkebunan sawit berkelanjutan ini pun tercermin dalam seminar yang dikemas dalam Setara Cita Palm Oil Convention dan Job Fair 2025 di Dome Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) selama dua hari pada Selasa hingga Rabu kemarin.
Dalam giat ini, Disbun Kaltim turut ambil bagian penting melalui seminar yang ia paparkan, yakni mengenai peran Kaltim sebagai pusat pertumbuhan industri sawit yang menopang ekonomi hijau sekaligus mendukung pembangunan IKN.
Taufiq menyampaikan perlunya sinergi lintas sektor agar sawit tak hanya menggerakkan industri, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat.
Tidak hanya di ruang seminar, Disbun Kaltim juga menghadirkan wajah baru perkebunan daerah lewat kolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kaltim dalam pameran produk unggulan.
Dalam pameran lewat platform Toko Kebun Kaltim yang digelar dua hari tersebut, berbagai hasil komoditas lokal disajikan, yakni mulai dari aneka produk olahan sawit hingga produk turunan perkebunan lain, sehingga produk turunan ini yang dipamerkan ini merupakan bagian dari hasil pendampingan yang dilakukan Disbun Kaltim ke masyarakat.
Sumber: kaltim.antaranews.com














