Direktur AKPY-Stiper: Setelah Divaksin Covid-19 Lebih Percaya Diri

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Sebagai respon dari target pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) kuliah tatap muka secara terbatas dapat dilaksanakan pada Juli 2021. Sejumlah dosen dan tenaga dan karyawan di 29 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta disuntik Vaksin Covid-19.

Salah satu PTS yang turut dalam program vaksinasi tahap pertama yang dikoordinir Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) wilayah V Yogyakarta, yaitu Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper Yogyakarta).

Direktur AKPY-Stiper Yogyakarta, Ir. Sri Gunawan, MP menuturkan pihaknya mengikuti program vaksinasi untuk mendukung visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menjaga layanan publik agar tetap berjalan maksimal.

“Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai efektif untuk mencegah penularan Covid-19 yang hingga kini masih ada. Vaksinasi ini diberikan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, pada Kamis (8 April 2021).

Seperti diketahui, tujuan dari vaksin adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit.

Selanjutnya, Sri Gunawan menambahkan dosen dan karyawan di AKPY – Stiper Yogyakarta melaksanakan Vaksinasi, pada Rabu lalu, di STMIK Akakom Yogyakarta. Proses vaksinasi tahap pertama berlangsung selama tiga hari (6 – 8 April 2021) yang diikuti 1.560 peserta dari 29 PTS di Yogyakarta.

“Program vaksinasi Covid-19 pada Dosen dan karyawan penting dilaksanakan. Dengan divaksin, para pelayan pendidikan termasuk dosen (tenaga pendidik) di perguruan tinggi secara psikologis lebih tenang dibanding sebelum divaksin. Dan, ketika tatap muka dengan mahasiswa juga lebih tenang,” tambah Sri Gunawan.

Untuk memastikan reaksi vaksin yang telah disuntikan, para peserta vaksin menjalani tahap observasi. “Setelah penyuntikan vaksin, ada tahap observasi untuk mengetahui reaksi vaksin yang disuntikan. Selama 30 pasca penyuntikan dilakukan observasi untuk memastikan ada atau tidaknya keluhan,” kata Sri Gunawan.

Ia juga berharap setelah divaksin pembelajaran tatap muka di kampus bisa berjalan optimal tanpa ada rasa ketakutan terpapar virus Covid-19.

“Dosen-dosen akan lebih mantap (percaya diri) untuk melakukan pembelajaran tatap muka, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak),” tandas Sri Gunawan.

Protokol kesehatan di lingkungan kampus wajib dijalankan baik dosen, karyawan dan mahasiswa. Terlebih bagi mahasiswa yang belum vaksin juga tetap menjaga protokol kesehatan baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan tempat tinggal. Selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran di AKPY-Stiper Yogyakarta dengan Blended Learning (Daring dan Luring) dan dijalankan sesuai protokol kesehatan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like