• Selasa, 29 September 2026
Sajian Utama

Dadang Gusyana Raih Sawit Indonesia Award 2024 Berkat Konsistensi Edukasi Bahaya Ganoderma

Majalah Sawit Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada Dadang Gusyana dalam ajang Sawit Indonesia Award 2024 di Jakarta, 12 Desember 2024. Penghargaan ini diserahkan lantaran anggota American Society of Agronomy ini aktif mengedukasi bahaya dan pengendalian serangan Ganoderma.

“Penghargaan ini sangat saya banggakan sebagai upaya Majalah Sawit Indonesia untuk memberikan penghargaan kepada insan sawit yang think outside the box,” ujar Dadang Gusyana setelah menerima penghargaan.

Pria kelahiran Bandung 1976 ini aktif mengedukasi dampak serangan Ganoderma di perkebunan sawit berikut cara pengendaliannya, baik melalui sosial media dan training secara langsung. Menurutnya, edukasi dimulai dengan pemahaman apa itu Ganoderma, dimana dia hidup, bagaimana siklus hidupnya dan bagaimana upaya menekan perkembangan Ganoderma.

“Saya terapkan prinsip handling Ganoderma dengan efisien efektif dan ekonomis,” jelasnya.

Ganoderma merupakan penyebab penyakit busuk pangkal batang dan busuk batang atas pada tanaman kelapa sawit. Kejadian serangan ganoderma pada perkebunan kelapa sawit sudah lama dilaporkan. Penyakit maut itu datang dengan ciri daun berwarna hijau pucat atau nekrosis serta daun tua layu, melengkung, dan patah.

Penyakit mematikan itu cepat menular ke tanaman sehat setelah akarnya bersentuhan dengan tunggul batang atau akar tanaman sakit dan terjadi perlukaan. Gejala lainnya, terbentuknya daun tombak lebih dari 3 buah dan muncul getah di tempat yang terinfeksi.

Untuk membangun kesadaran bahaya Ganoderma yang menjadi pertimbangan Dadang Gusyana terus kelapangan menjadi narasumber diskusi dan pelatihan.”Jadi miris sekali di tingkatan petani jangankan mencegah. Bentuk Ganoderma pun mereka tidak tahu. Dalam setiap training saya suka challenge mereka untuk mengenali dan mengumpulkan jenis jamur yang ada di kebun Sawit. Tentunya tidak Semua jamur yang ada di sawit adalah Ganoderma. Perusahaan sudah mulai sadar tetapi memang ada yang intensif tapi ada yang hanya sekedar sensus dan tebang,” jelas Dadang.

Ketua Pelaksana Sawit Indonesia Award 2024, Qayuum Amri, menjelaskan bahwa Majalah Sawit Indonesia mengadakan 3rd Sawit Indonesia Award 2024 sebagai upaya membangun dan memperkuat industri kelapa sawit. Salah satu puncak dari kegiatan ini adalah pemberian penghargaan kepada tokoh, lembaga, perusahaan yang akan melalui proses penilaian secara internal dengan masukan dari Dewan Redaksi Majalah Sawit Indonesia.

“Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi penerima penghargaan sepanjang tahun ini,” tutur Qayuum Amri yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia pada kesempatan tersebut.

Dijelaskan Qayuum bahwa Dadan Gusyana memiliki kontribusi bagi pencegahan dan pengendalian serangan Ganoderma di perkebunan sawit. Lulusan Universitas Padjajaran ini aktif mengedukasi stakeholder sawit dan masyarakat agar sadar dampak buruk dari serangan Ganoderma yang berpotensi mengurangi tingkat produktivitas sawit. Dalam seleksi penerima penghargaan, pihak penyelenggara (Majalah Sawit Indonesia) didasarkan pada proses penilaian secara internal dengan masukan dari Dewan Redaksi Majalah Sawit Indonesia. Di antaranya informasi, komunikasi dan komitmennya, dan dilihat dari sisi bisnisnya. Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi atas dedikasi dan kontribusi penerima penghargaan sepanjang tahun ini.

Artikel Terkait