• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

Customer-First, Strategi KTB untuk Capai Target

Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi FUSO Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, ungkap strategi terbaru untuk tahun 2024 dalam menghadapi pasar kendaraan niaga.

Meskipun, telah sukses mempertahankan pangsa pasar No. 1 untuk segmen kendaraan niaga selama 53 tahun. Namun, di tengah persaingan yang cukup ketat, di tahun 2024 pihak KTB telah menyiapkan strategi untuk menghadapi persaingan (penjualan dan pelayanan) pasar kendaraan niaga.

Di tahun 2024, KTB menargetkan untuk terus meningkatkan market share Mitsubishi Fuso menjadi 41% atau tumbuh sebesar 1,8% dengan total unit 34.850.

Sales & Marketing Director PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, menyampaikan di tahun ini pihaknya mengusung strategi “customer-first” untuk mencapai target itu.

“Kami berkomitmen untuk selalu melakukan inovasi tidak hanya produk namun juga layanan dan teknologi terbaru yang sesuai untuk bisnis konsumen. Dan, akan mendengarkan masukan konsumen dan menyediakan solusi bisnis yang tepat sesuai dengan harapan dan kebutuhan konsumen,” ujarnya saat acara Fuso Buka Bersama, di Jakarta, pada Kamis (14 Maret 2024).

Beberapa strategi untuk menghadapi 2024 adalah menyediakan produk dan layanan yang disesuaikan dengan karakter, area, dan jenis bisnis konsumen, meningkatkan pelayanan dealer dengan menambah dealer-dealer berstatus Fuso Pro-Shop.

“Salah satunya menambah jaringan dealer yang saat ini total 222, di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sehingga Mitsubishi Fuso semakin dekat dengan konsumen. Dan dengan mengembangkan fitur Runner (digitalisasi) yaitu Bengkel Runner,” tambah Aji.

Sementara itu, di bulan Ramadhan ini Mitsubishi Fuso juga menyediakan berbagai promo service yang menguntungkan bagi konsumennya. Diantaranya, untuk konsumen yang ingin mendapatkan penanganan service cepat dengan fasilitas Fast Lane terdapat diskon 10% untuk penggantian filter oli dan filter solar, diskon 20% untuk oli mesin, dan diskon 10% untuk jasa pengerjaan. Dan, Bengkel Siaga 24 Jam dan Mobile Workshop Service juga tetap beroperasi penuh selama bulan Ramadhan sampai Lebaran.

Tahun 2023 tetap Market Leader

Pihak KTB mencatat, penjualan di tahun 2023 terdapat penurunan permintaan hingga 9%, jika dibanding pada tahun sebelumnya dengan volume pasar sebanyak 84.957 unit.

Dijelaskan Aji, kondisi pasar kendaraan niaga di Indonesia mengalami dinamika yang cukup bergejolak dan mengalami penurunan permintaan, dibanding pada tahun 2022.Penurunan penjualan kendaraan niaga, karena ada beberapa sektor bisnis yang biasanya berkontribusi pada pada kendaraan niaga selama 2023 kondisinya kurang baik.

“Misalnya sektor bisnis mining, plantation, tidak lebih baik dibanding pada tahun 2022. Ini menjadi salah satu penyebab penjualan kendaraan niaga mengalami penurunan. Dan ada faktor lainnya (tahun menjelang pemilu), pelaku usaha cenderung berhati-hati dalam berinvestasi, sehingga wait and see” jelasnya.

Kendati kondisi pasar penuh tantangan, Mitsubishi FUSO tetap berhasil mempertahankan sebagai Market Leader dengan raihan Market Share sebesar 39,2% atau setara dengan 33.283 unit. Penyumbang terbesar penjualan tersebut berasal dari Canter di kelas light duty truck (LDT) sebanyak 29.062 unit dengan pangsa pasar 53%. Sedangkan di kelas medium duty truk (MDT), Fighter X mencatat pertumbuhan positif dengan pangsa pasar 18% atau sebanyak 4.179 unit.

Tak hanya dari segi penjualan, beragam aktivitas layanan purna jual telah dilakukan Mitsubishi seperti perluasan layanan after sales service seperti Bengkel Siaga 24 Jam, parts depo, dan mobile workshop service, serta menambah jaringan dealer yang saat ini total 222. Inovasi juga tidak henti dilakukan seperti Digital Operation MyFuso App & Telematic Runner 3.0 yang fokus untuk meningkatkan layanan demi kepuasan konsumen dan hadir lebih dekat dengan konsumen secara digital.

“Dari aspek purnajual, Mitsubishi FUSO berhasil mencatatkan rekor penjualan spare part tertinggi pada tahun 2023, yaitu sebesar Rp1,44 triliun atau naik hingga 17% jika dibandingkan tahun 2022,” kata Aji.

“Dengan semakin banyaknya penjualan spare part tentunya menjadi tujuan kami untuk menjaminan ketersediaan spare partdiseluruh wilayah Indonesia sehingga memudahkan bagi konsumen untuk melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan operasional mereka,” pungkasnya.

Artikel Terkait