JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Pemimpin Pertemuan Pejabat Senior atau Senior Officials Meeting (SOM) Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit atau Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Datuk Ravi Muthayah dan Dr Musdhalifah Machmud menggelar pertemuan ke-23 pada Selasa, 5 April 2022 di Langkawi, Malaysia. Pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan tingkat tinggi dan pemimpin SOM dari negara-negara peninjau yaitu Kolombia, Ghana, Honduras, dan Papua Nugini, selain juga Direktur Eksekutif dan Sekretariat CPOPC.
Dalam pertemuan ini, pembahasan dinamika global yang berdampak kepada minyak nabati dunia juga dilakukan. Negara anggota CPOPC menjamin kebutuhan minyak sawit dunia akan terpenuhi secara berkelanjutan.
Pertemuan SOM ke-23 diantaranya juga mendiskusikan krisis politik terkini yang berdampak pada prospek pangan dan energi berbahan minyak sawit dan minyak nabati lainnya, dan sepakat untuk menyampaikan poin-poin penting yang sejalan dengan peran CPOPC yaitu Mempertimbangkan kurangnya pasokan minyak bunga matahari dan sebagaimana sejumlah perusahaan makanan dan negara yang beralih ke minyak alternatif, penting untuk dicatat bahwa negara-negara penghasil minyak sawit tetap kredibel dan menawarkan pasokan kuat untuk memenuhi kebutuhan dunia sambil memastikan nutrisi yang sehat dan berkelanjutan.
CPOPC akan memastikan negara-negara konsumen di Uni Eropa dan dunia bahwa negara-negara produsen minyak sawit di tiga kawasan di Afrika, Asia Pasifik, Amerika Tengah dan Latin akan terus menyediakan pasokan minyak sawit tepat waktu secara aman dan berkelanjutan. Ini merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan mengabaikan perlakuan diskriminatif terhadap minyak sawit berkelanjutan untuk tujuan yang baik. Adalah bagian dari pendekatan CPOPC untuk menangani label “bebas minyak sawit” yang keliru.
CPOPC tidak bisa mengesampingkan munculnya kebijakan-kebijakan seperti Mempertimbangkan kurangnya pasokan minyak bunga matahari dan sebagaimana sejumlah perusahaan makanan dan negara yang beralih ke minyak alternatif, penting untuk dicatat bahwa negara-negara penghasil minyak sawit tetap kredibel dan menawarkan pasokan kuat untuk memenuhi kebutuhan dunia sambil memastikan nutrisi yang sehat dan berkelanjutan. CPOPC akan memastikan negara-negara konsumen di Uni Eropa dan dunia bahwa negara-negara produsen minyak sawit di tiga kawasan di Afrika, Asia Pasifik, Amerika Tengah dan Latin akan terus menyediakan pasokan minyak sawit tepat waktu secara aman dan berkelanjutan. Ini merupakan momen yang tepat untuk mempromosikan kerjasama dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan mengabaikan perlakuan diskriminatif terhadap minyak sawit berkelanjutan untuk tujuan yang baik.
Langkah lain CPOPC adalah melakukan pendekatan untuk menangani label “bebas minyak sawit” yang keliru. CPOPC tidak bisa mengesampingkan munculnya kebijakan-kebijakan seperti aturan rantai pasokan global dan komoditas bebas deforestasi yang tidak adil dan bias. Pada konteks ini, CPOPC akan senantiasa mendukung negara-negara anggota dalam memastikan pengakuan dari negara-negara konsumen mengenai efisiensi dan kontribusi penting dari skema kebijakan keberlanjutan nasional seperti Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).
Paska adopsi dan pelaksanaan dua webinar yang melibatkan pihak-pihak nasional dan internasional dari Global Framework Principles for Sustainable Palm Oil (GFP-SPO), CPOPC berdiskusi dengan negara-negara produsen minyak sawit dan berencana untuk memperkenalkan GFP-SPO ke forum multilateral, termasuk badan PBB. Hal ini sejalan dengan tujuan CPOPC untuk mempromosikan pengakuan global GFP SPO sebagai dasar membangun standar keberlanjutan untuk seluruh minyak nabati.
Sebagaimana didiskusikan dalam Konferensi Biodiesel Sawit ke-3 di Yogyakarta pada 24 Maret 2022, para pemimpin SOM memastikan komitmen negara anggota dan peninjau CPOPC untuk mengakselerasi transisi energi bersih melalui eksplorasi pendekatan bersama yang terkoordinasi guna memperkuat pelaksanaan program nasional biodiesel. Sebagaimana rekomendasi para Menteri, CPOPC akan menjalankan peran dan kepemimpinan lebih besar dalam gerakan terkoordinasi yang nyata dan lebih dekat dengan biodiesel berbahan sawit termasuk riset dan pengembangan, investasi, dan pertukaran teknologi.
Pertemuan SOM ini merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Tingkat Menteri CPOPC pada 4 Desember 2021 yang telah mengadopsi sejumlah dokumen penting dan prioritas untuk negara-negara penghasil minyak sawit tahun ini dan yang akan datang. Berkaitan dengan pelaksanaan Pertemuan Tingkat Menteri pada Juni tahun ini, Pertemuan Pejabat Senior atau Senior Officials Meeting (SOM) membahas sejumlah kemajuan yang dicapai hingga kuartal pertama 2022, program-program utama tahun ini seperti advokasi dan kampanye positif, proyek-proyek penelitian, isu keberlanjutan dan tata kelola














