• Selasa, 29 September 2026
Artikel

Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dan Inklusif, GAPKI dan KemenPPPA Perkuat Komite Gender serta RP3 di Perkebunan Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkuat komitmen perlindungan tenaga kerja perempuan melalui sinergi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Komitmen ini diwujudkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Ruang Perlindungan dan Pengaduan (RP3) yang diselenggarakan pada 23–24 September 2026 di Hotel Holiday Inn Gajah Mada, Jakarta.

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 32 perwakilan manajemen dari 26 perusahaan anggota GAPKI untuk meningkatkan kapasitas internal dalam merespons isu hak-hak pekerja perempuan dan penanganan aduan di area perkebunan.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Desy Indriani, secara resmi membuka Bimtek tersebut sekaligus memberikan pengarahan terkait penguatan sistem penanganan aduan yang aman dan terintegrasi di tingkat korporasi.

Pengurus Bidang Pengembangan SDM GAPKI, Marja Yulianti, menyampaikan bahwa tata kelola SDM yang berkelanjutan di industri sawit mewajibkan hadirnya perlindungan menyeluruh bagi pekerja perempuan.

"GAPKI melihat perlindungan pekerja perempuan bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban perusahaan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bermartabat," tegas Marja.

Sejumlah langkah strategis dan poin penting dari kolaborasi ini meliputi:

  • Pembentukan Kelembagaan Komite Gender & RP3: GAPKI mendorong seluruh perusahaan anggota untuk membentuk unit Komite Gender dan kanal RP3 sebagai wadah resmi pencegahan hingga penyelesaian aduan kasus di area perkebunan.

  • Mekanisme Operasional yang Efektif: Memastikan kelembagaan perlindungan tidak berhenti pada dokumen administratif belaka, melainkan menjadi mekanisme yang dipahami, dipercaya, dan mudah diakses oleh seluruh buruh perempuan di lapangan.

  • Sinergi Lintas Sektor: Mengoptimalkan kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha perkebunan untuk membagikan praktik baik (best practices) serta menciptakan ekosistem kerja industri sawit nasional yang inklusif dan responsif gender.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait