• Senin, 28 September 2026
Berita Terbaru

BPI dan BPDP Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Untuk Pekebun Aceh Timur

Melalui program Pengembangan Sumberdaya Manusia Perkebunan tahun 2026 yang disponsori oleh BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) dan dukungan teknis dari Ditjenbun (Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Direktorat Jenderal Perkebunan), maka BPI (Best Planter Indonesia) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Gelombang 2 Provinsi Aceh sebanyak 185 orang yang terdiri dari 6 kelas pelatihan. Semua peserta berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh dan Dinas Perkebunan & Peternakan Kabupaten Aceh Timur. Rekomtek (Rekomendasi Teknis) untuk kepesertaan pelatihan diusulkan dari Disbunnak Aceh Timur ke Disbun Provinsi Aceh , dari Disbun Provinsi Aceh ke Ditjenbun, kemudian Ditjenbun mengeluarkan Keputusan Rekomtek Peserta Pelatihan.

Dalam pelatihan ini, dilakukan kunjungan lapangan pada hari Kamis, 10 September 2026 ke PT.Agro Sinergi Nusantara (ASN) kebun Batee Puteh, Kab Aceh Barat – Provinsi Aceh, merupakan anak perusahaan dari PTPN IV PalmCo (gabungan PTPN I dan PTPN IV Regional 6). Pada saat kunjungan lapangan, peserta disambut oleh Bapak Zuhri Pradana selaku Estate Manajer, Bapak Yudi Irfansyah sebagai Askep dan Bapak Bima sebagai Asisten dari team PT.ASN kebun Batee Puteh.

Pada kunjungan lapangan tersebut, para peserta berkumpul dipandu oleh Pak Askep Yudi Irfansyah. Salah satu pembahasannya adalah tentang pentingnya Menjaga jumlah pelepah dan melakukan Kastrasi pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Pak Askep menjelaskan jumlah pelepah pada TBM harus dipertahankan pada kisaran 48–56 pelepah untuk mendukung proses fotosintesis dan pertumbuhan optimal. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa manfaat mempertahakan jumlah pelepah daun pada TBM adalah :

1. Pelepah daun berfungsi sebagai tempat fotosintesis untuk memproduksi makanan.

2. Jumlah pelepah yang cukup membuat batang lebih besar dan kokoh, pertumbuhan akar, dan calon seludang tumbuh dengan baik.

3. Pengurangan pelepah secara berlebihan (over pruning) dapat mengganggu metabolisme dan memperlambat masa TBM menuju Tanaman Menghasilkan (TM).

Tidak boleh memotong pelepah sawit pada masa TBM 1, TBM 2 dan TBM 3.

Cara Menjaga Jumlah Pelepah pada TBM.

1. Batasi Pemangkasan: Jangan memotong pelepah hijau atau pelepah aktif. Hanya membuang pelepah kering.

2. Pertahankan jumlah Pelepah Standar, yaitu 48–56 pelepah.

Pak Yudi menambahkan, “seiringnya kita mempertahakankan jumlah pelepah, pada TBM juga perlu dilakukan kastrasi”. Kastrasi adalah tindakan membuang seluruh seludang calon bunga (bunga jantan dan bunga betina), dan buah muda pada tanaman kelapa sawit muda agar nutrisi tanaman terfokus pada pertumbuhan vegetatif.

Manfaat Kastrasi:

1. Memperkokoh Batang, yaitu mengalihkan nutrisi dari calon buah yang belum ekonomis ke pertumbuhan akar, batang, dan pelepah.

2. Menjaga Kesehatan Tanaman; mencegah perkembangan hama serta penyakit seperti jamur Marasmius dan tikus.

3. Menyeragamkan Buah; membuat berat dan ukuran tandan buah lebih seragam dan besar saat memasuki masa panen.

4. Waktu dan Cara Pelaksanaan Usia Tanaman; dikerjakan saat sawit berumur 14, 16,18,20,22 hingga 24 bulan atau ketika tanaman mulai mengeluarkan bunga.

5. Rotasi; dilakukan secara rutin setiap 2 bulan sekali.

6. Penghentian; dihentikan sekitar 6 - 12 bulan sebelum masa panen atau saat pertumbuhan vegetatif dianggap cukup.

7. Peralatan; memakai alat dodos ukuran maksimal 5 cm atau arit kecil agar tidak melukai pelepah.

Kesimpulannya, perlu Menjaga jumlah pelepah dan melakukan Kastrasi pada Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) agar tanaman sawit TBM siap untuk memasuki fase generatif, berbunga dan berbuah.

Artikel Terkait