Salah satu pendekatan dalam konteks kecepatan respon tersebut, berupa pembentukan Pondok Kerja Daops Manggala Agni di lokasi yang secara historis dan empiris merupakan wilayah yang rawan karhutla. Pondok kerja mempermudah mobilisasi personil dan peralatan untuk penanggulangan karhutla, dengan akses dan waktu tempuh yang lebih cepat. Selain itu, juga harus didukung dengan kesiapan dan ketersediaan peralatan karhutla yang prima dan dalam kondisi selalu siap pakai.
“Kebutuhan personil yang memiliki keterampilan khusus terkait dengan pemeliharaan dan perbaikan peralatan karhutla juga menjadi tantangan tersendiri, yang harus juga dipersiapkan dengan baik. Penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknis ini merupakan salah satu alternatif upaya kita dalam rangka penyiapan personil mekanik untuk menjamin kesiapan peralatan karhutla yang siap pakai, di tengah keterbatasan jumlah dan jenis peralatan karhutla yang kita miliki,” tambah Basar.
Beny Ahadian Noor, mewakili Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI), menyampaikan bahwa Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO merupakan salah satu upaya Ditjen PPI dalam mencari sumber-sumber pendanaan alternatif di tengah keterbatasan anggaran APBN kita, lebih khusus dalam hal ini untuk mendukung kegiatan pengendalian karhutla.
“Nature dari kegiatan Kerjasama ini, yang termasuk dalam kategori pendanaan hibah, ditujukan untuk filling the gap pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja, yang relatif terbatas dukungannya jika hanya mengandalkan pada pembiayaan APBN semata,” imbuh Beny.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan Johny Santoso menyampaikan kepada para peserta Bimtek Pengendalian Karhutla agar peserta dapat bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan bimtek ini sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Manggala Agni dalam mendukung pelaksanaan tugas pengendalian karhutla di lapangan secara lebih baik lagi.
Koordinator Kegiatan ITTO, Irfan Malik Setiabudi, mengawali sambutannya dengan menyampaikan bahwa International Tropical Timber Organization (ITTO) merupakan organisasi antar pemerintah yang mendorong konservasi sumber daya hutan tropis, termasuk dalam kegiatan pengelolaan, pemanfaatan, dan perdagangannya secara berkelanjutan. ITTO berkomitmen dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah tropis dan Indonesia melalui Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO PP-A/56-340-1 “Capacity Building on Forest and Land Fire Management in Indonesia”.
“Kegiatan Bimbingan Teknis Mekanik Peralatan Pengendalian Karhutla ini merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan karhutla, utamanya dalam penyiapan kebutuhan personil dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemeliharaan dan perbaikan peralatan pengendalian karhutla, lebih khusus untuk mendukung operasionalisasi di Pondok Kerja Daops Manggala Agni,” terang Irfan.
“Cakupan bimtek ini meliputi substansi materi teori dan lebih menekankan pada aspek praktikal, berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan peralatan pengendalian karhutla. Adapun materi dan praktik pada bimtek ini disampaikan oleh instruktur yang berkompeten dari unsur anggota Manggala Agni yang telah terlatih dan berkompeten di bidangnya,” tambah Irfan.
Pada kegiatan Bimtek Mekanik Peralatan Pengendalian Karhutla ini juga diberikan bantuan Toolset Peralatan Pengendalian Karhutla untuk setiap Pondok Kerja Daops Manggala Agni di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, yang diserahkan secara simbolis kepada anggota Manggala Agni peserta Bimtek.
Sumber: sipongi.menlhk.go.id














