• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Berkat Volume Penjualan, Pendapatan Cisadane Sawit Raya Tumbuh 21,8% Menjadi Rp 1,07 Triliun

Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Cisadane Sawit Raya Tbk meraih peningkatan pertumbuhan pendapatan sebesar 21,8% menjadi Rp1,07 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp875,51 miliar.

“Kenaikan pendapatan ditopang kuantitas penjualan CPO yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan,” ujar Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja.

Selama tahun 2024 CSRA mengalami menurunan produktivitas TBS. Penurunan ini diantaranya diakibatkan oleh gangguan cuaca dan gangguan ganoderma, yang menyebabkan penurunan yield per hektar secara umum. Kedepan, strategi penetapan harga, optimalisasi produksi, dan efisiensi operasional terus diperhatikan untuk membantu mengurai dampak dari kendala yang diahapi Perseroan.

Pada FY24 laba kotor mencapai Rp483,86 miliar, menandai kenaikan sebesar 21,1% dibandingkan dengan FY23, dengan margin kotor sebesar 45,4% pada FY24 dibandingkan dengan 45,6% pada FY23.

Laba operasional mencapai Rp263,62 miliar, mewakili penurunan yang cukup moderat dengan margin 18,8% dibandingkan dengan FY23, dengan margin sebesar 25,3%.

Kinerja laba operasional yang masih cukup baik ini, tercermin dalam meroketnya laba bersih pada FY24 sebesar Rp214,85 miliar, dengan margin bersih sebesar 20,1%.

Pada 31 Desember 2024, total aset Perusahaan mencapai Rp2,25 triliun, meningkat sebesar 22,2% dari Rp1,84 triliun pada FY23. Aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 17,7% menjadi Rp1,79 triliun dibandingkan dengan Rp1,52 triliun pada akhir 2023, dengan peningkatan terbesar terlihat pada aset tetap dan piutang plasma.

Aset lancar pada FY24 juga naik sebesar 43,1% dibandingkan dengan FY23 menjadi sebesar Rp463,27 miliar. Naiknya aset lancar terutama disebabkan oleh naiknya kas dan setara kas sejalan dengan meningkatnya pendapatan Perusahaan.

Total kewajiban hingga 12M24 adalah Rp952,72 miliar, mencerminkan kenaikan sebesar 30,9% dibandingkan dengan akhir tahun 2023, sejalan dengan cairnya fasilitas utang bank.

Artikel Terkait