Pemupukan itu penting bagi Sawit. Tanaman sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan vegetative (akar batang daun) dan pertumbuhan generative (bunga dan buah). Pengelolaan pemupukan yang tepat tidak hanya berorientasi pada jumlah pupuk yang diberikan, tetapi juga memperhatikan jenis pupuk, dosis pupuk, waktu aplikasi, cara aplikasi, kondisi tanah, umur tanaman, dan juga target produksi.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur, bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI menggelar kegiatan intensif Program Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia – Perkebunan (SDM-Perkebunan). Best Planter Indonesia (BPI) – Bogor ditunjuk sebagai penyelenggara, lembaga yang sudah terpercaya menyelenggarakan pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit sejak tahun 2022 sampai sekarang (5 tahun berturut- turut).
Pelatihan diikuti 181 petani swadaya dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan dilaksanakan selama seminggu dimulai dari tanggal tanggal 07 – 12 September 2026 di Hotel Mekkah dan Hotel Grand Nangroe, Kota Banda Aceh. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis budidaya kelapa sawit dari para mentor dan narasumber BPI, salah satu materi pemupukan.
Secara garis besar, materi pemupukan meliputi :
• Pertama, pembelajaran tentang jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman sawit untuk pertumbuhan vegetative (akar, batang dan daun) serta pertumbuhan generative (pembentukan bunga dan buah).
• Kedua, materi berkaitan dengan ciri – ciri tanaman kelapa sawit yang mengalami gejala kekurangan unsur hara (defisiensi hara).
• Ketiga, materi terkait jenis-jenis pupuk, kandungan dan fungsi dari masing – masing pupuk yang diaplikasikan di kebun sawit.
• Keempat, materi terkait teknis kegiatan pemupukan menggunakan prinsip 5T yaitu Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Cara, Tepat Waktu dan Tepat Sasaran.
• Kelima, materi tentang cara membuat rencana pemupukan untuk kebun kelapa sawit sesuai dengan umur tanaman.
• Keenam, materi tentang teknik pengelolaan kesehatan tanah berbasis bahan organik.
• Ketujuh, materi tentang titik kritis dan kunci sukses kegiatan pemupukan di kebun kelapa sawit.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh (Bp. Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP) dalam sambutannya berharap agar peserta para petani sawit dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan optimal. Jangan sampai kegiatan ini menjadi sia – sia tidak memberikan manfaat yang positif bagi petani. Selanjutnya ilmu yang sudah didapatkan agar dipraktekkan di dalam merawat kebun sawit di daerahnya masing – masing, serta menularkan kepada petani lainnya.
Selama seminggu pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori di dalam kelas, melainkan juga melakukan praktik lapangan (field trip) secara langsung. Untuk kunjungan atau praktek lapang pelatihan dilakukan pada hari Kamis tanggal 10 September 2026 ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Saat kunjungan lapang, peserta belajar langsung seputaran pemupukan bagi sawit. Tujuan pemupukan adalah:
• Memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman,
• Mendukung pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah.
• Mempertahankan kesehatan dan produktivitas tanaman
• Menggantikan unsur hara yang terangkut melalui hasil panen.
• Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.
• Mempertahankan kesuburan dan produktivitas tanah dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, pupuklah tanaman sawit secara baik dan benar agar bisa berporiduksi secara maksimal.














