SAWIT INDONESIA - PT Bumi Citra Traktor Nusantara (BCTN), distributor alat berat yang berfokus pada sektor perkebunan, pertambangan, dan konstruksi, memastikan keikutsertaannya dalam ajang 3rd Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 yang akan digelar pada 7–9 Agustus 2025 di SKA Convention & Exhibition Center, Pekanbaru, Riau.
Dalam pameran tersebut, BCTN akan menghadirkan dua produk unggulannya yang telah teruji di sektor perkebunan sawit: traktor Zoomlion dan mini excavator Liugong. Menurut Direktur BCTN, David Jang, kedua alat berat ini terbukti tangguh di medan berat, hemat bahan bakar, dan mudah perawatan, menjadikannya pilihan tepat untuk operasional di wilayah perkebunan.
“Produk ini sangat diminati karena kualitasnya yang global namun tetap terjangkau. Kami juga punya keunggulan dari sisi layanan purna jual yang luas dan responsif,” ujar David, Jumat (20 Juni 2025).
BCTN membedakan diri dari kompetitor dengan kombinasi harga bersaing, dukungan teknis profesional, serta jaringan layanan purna jual yang mencakup Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa. Pelanggan juga dijamin ketersediaan suku cadang asli, layanan servis di lokasi, hingga pelatihan dasar pengoperasian alat.
David menambahkan, selama pameran berlangsung, BCTN akan menyiapkan tim sales dan teknis di booth mereka untuk memberikan konsultasi langsung kepada pengunjung, lengkap dengan brosur teknis dan program promosi khusus, termasuk opsi pembiayaan ringan dan paket pembelian bundling dengan layanan purna jual.
Partisipasi BCTN dalam SIEXPO 2025 bukan hanya sebagai ajang promosi produk, tetapi juga sebagai bentuk komitmen untuk mempererat hubungan dengan pelaku industri kelapa sawit.
“Kami melihat SIEXPO sebagai forum strategis untuk membangun koneksi jangka panjang dengan pelaku agribisnis. Ini juga kesempatan untuk menunjukkan langsung kesiapan kami dalam mendukung produktivitas sektor sawit di Indonesia,” pungkas David.
Dengan kehadiran merek-merek alat berat global dan strategi layanan yang menyasar kebutuhan industri secara langsung, BCTN berharap dapat menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha di lapangan, khususnya dalam menjawab tantangan efisiensi dan keberlanjutan di sektor perkebunan.














