Jakarta, SAWIT INDONESIA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menyambut positif keputusan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian yang memperpanjang masa pendaftaran Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2025 hingga 2 Juni 2025.
Wakil Ketua Umum II APKASINDO Bidang Peremajaan Sawit Rakyat, Sarana Prasarana Industri, Pelatihan, Pendidikan dan Pengembangan SDM, M. Yunus menyebutkan langkah tersebut sebagai kabar baik bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia, terutama yang berasal dari daerah dengan akses terbatas. Menurutnya, banyak calon peserta belum sempat menyelesaikan persyaratan administrasi karena waktu pendaftaran sebelumnya bertepatan dengan hari libur dan sejumlah kendala teknis.
“Ini kesempatan emas bagi calon mahasiswa penerima beasiswa sawit dari berbagai daerah. Kami menerima laporan banyak peserta yang belum sempat mendaftar karena waktu pendaftaran sebelumnya terlalu singkat,” kata Yunus, Senin (2/6/2025).
APKASINDO mencatat sejumlah masalah teknis yang dialami calon pendaftar di lapangan, seperti Nomor Pokok Sekolah Nasional (BSNP) yang belum terdaftar dalam sistem, hingga akun peserta yang terblokir akibat salah memilih jalur pendaftaran.
“Contohnya di Sumatera Barat, Aceh, Riau, dan Sumatera Utara, peserta mengeluhkan ID yang terkunci. Setelah kami bantu komunikasi ke panitia lewat Ditjenbun, aksesnya langsung dibukakan kembali,” ujar Yunus.
Sebagai bentuk dukungan konkret, APKASINDO juga menggagas pembentukan grup WhatsApp regional yang menghubungkan calon mahasiswa dengan para mahasiswa aktif penerima beasiswa SDMPKS di berbagai perguruan tinggi.
“Di grup ini, para peserta bisa bertanya langsung soal kendala teknis atau berkas. Kami juga mengadakan sesi coaching online melalui Zoom secara nasional, melibatkan narasumber dari mahasiswa hingga pejabat Ditjen Perkebunan,” jelasnya.
APKASINDO berharap panitia seleksi beasiswa tahun ini dapat mempertimbangkan minat dan pilihan pendidikan peserta, agar lulusan program SDMPKS benar-benar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sawit nasional.
Keputusan perpanjangan pendaftaran diumumkan melalui surat resmi Ditjenbun nomor B-1143/SM.220/E.4/05/2025, tertanggal 31 Mei 2025. Surat tersebut menjelaskan bahwa perpanjangan dilakukan untuk memberi waktu tambahan bagi calon peserta, terutama dari daerah Papua, Nusa Tenggara, perbatasan, dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), yang partisipasinya belum optimal.
Program beasiswa SDMPKS merupakan bagian dari penguatan sumber daya manusia di sektor kelapa sawit yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Beasiswa ini rutin diberikan kepada generasi muda sawit yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang pertanian, teknologi, hingga manajemen perkebunan.














