• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

APKASINDO : Ada Minyak Makan Merah, Negara Tidak Repot Urusi Migor Rakyat

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengapresiasi peresmian parbrik pertama di dunia dengan kekhususan pabrik minyak makan merah (M³) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis lalu (14 Maret 2023). Kehadiran pabrik M3 akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat Indonesia khususnya petani sawit.

“Investasi Pabrik minyak makan merah ini tidak sampai Rp 20 miliar karena itulah sangat kompetitif. Selain itu, petani melalui koperasi dapat langsung jualan hasil panennya. TBS petani sementara (jelang direvisi Kepdirjenbun 62/2023) titip olah dulu ke pabrik sawit PTPN atau Korporasi Mitra (biaya olah sebagian dibayar dari palm kernel),” urai Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Dr. Gulat ME Manurung, MP, CIMA, CAPO, melalui sambungan telepon, Jumat (15 Maret 2024).

Dikatakan Gulat, hasil CPO langsung mengalir ke pabrik minyak makan merah sehingga lebih hemat biaya angkut dan memberikan keuntungan berganda bagi koperasi petani sawit.

“Pabrik M3 harus dijadikan momen bersejarah bagi petani sawit Indonesia,” tegas Doktor Lingkungan Universitas Riau ini.

Menurutnya pabrik M3 yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo akan menempatkan petani sebagai tuan rumah di industri sawit Indonesia, selama ini hanya sebagai tamu, itupun sebatas tim hore penggembira.

“Selain itu, negara tidak perlu repot lagi memikirkan migor (minyak goreng) rakyat karena bisa disediakan pabrik M3, paling tidak untuk kebutuhan menengah kebawah.

"Yang pasti M3 itu sangat kaya provitamin dan gizi lainnya yang mana tidak didapatkan pada migor konvensional" tegas Gulat.

Tentu saja, ini sesuai dengan program anti stunting Pak Presiden Jokowi dan Program Pak Prabowo apabila sudah resmi menjadi Presiden dalam program makan siang anak sekolah,” jelasnya.

Agar pabrik minyak makan merah dapat melibatkan petani lebih jauh, usulan Gulat, Presiden Jokowi dapat mendorong revisi KepDirjenbun Nomor 62/2023 agar pabrik minyak makan merah sejenis dapat berdiri, sejauh ini sudah ada 114 usulan dengan menggunakan dana sawit yang dikelola oleh BPDPKS yang merupakan bukan dana APBN.

Gulat menyebutkan pendirian pabrik minyak makan merah sejalan dengan gagasan PBB untuk mencegah gizi buruk dan stunting. Minyak makan merah ini memiliki kandungan vitamin A dan E sangat tinggi. Di dalam minyak makan merah, kandungan karotenoid tinggi mencapai 550 ppm dan vitamin E sebanyak 600 ppm.

“Pendirian pabrik minyak makan merah ini merupakan kontribusi besar dari pemerintah Jokowi kepada bangsa Indonesia dan dunia dalam upaya penyelesaian masalah gizi,” urainya.

Gulat berharap Kementerian Pertanian dapat bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM sesuai arahan Presiden Jokowi untuk dapat memajukan petani sawit melalui hilirisasi dengan menggunakan dana yang tersedia di BPDPKS.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki dalam acara peresmian Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau, di Deli Serdang, Sumut, mengatakan, Pabrik Minyak Makan Merah Pagar Merbau ini menjadi pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi produk baru minyak makan merah, dan merupakan satu dari tiga pilot project Minyak Makan Merah yang bekerja sama dengan PTPN.

“Selain tiga pilot project tersebut, saat ini kami juga sedang menyiapkan Skema Mandiri dari Koperasi Petani Sawit Rakyat di sejumlah lokasi, seperti di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; Kabupaten Pelalawan, Riau; Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat; serta provinsi lainnya untuk mereplikasi Pabrik Minyak Makan Merah di Pagar Merbau ini,” kata Menteri Teten.

Dalam acara peresmian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, Menteri Teten berharap, ke depan setiap 1.000 hektare perkebunan sawit yang dikelola oleh koperasi harus dilengkapi dengan pabrik minyak makan merah sebagai infrastruktur pelengkapnya.

“Sesuai Arahan Bapak Presiden, hilirisasi kelapa sawit menjadi minyak makan merah oleh koperasi bertujuan untuk memastikan agar petani semakin sejahtera, memastikan keberlanjutan pasokan minyak goreng sehat dengan harga terjangkau untuk masyarakat,” katanya.

Diakhir perbincangan dengan Gulat, mengatakan "selamat kepada PTPN dan PPKS yang sudah berhasil mewujudkan Program strategis Presiden Jokowi, semoga kebaikan ini bisa segera ditiru oleh korporasi non BUMN lainnya dengan menggandeng petani disekitar usaha perkebunannya".

Artikel Terkait