• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Ancaman karhutla di Kotim Belum Mereda

Sampit, SAWIT INDONESIA - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur belum mereda. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun H. Asan Sampit mencatat wilayah ini masih masuk kategori “sangat mudah terbakar”.

Dalam laporan terbaru, empat titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kotim berdasarkan pantauan satelit SNPP pada Senin (7/10/2025) pukul 12.17 WIB. Hotspot tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Bukit Santui dan Telaga Antang.

“Sebagian besar memiliki tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi. Artinya, potensi aktivitas panas akibat kebakaran cukup besar,” ujar Forecaster on Duty BMKG Stasiun H Asan M Inggit Rizki A, Selasa (8/10/2025 ).

Meski dalam dua hari terakhir sejumlah wilayah sempat diguyur hujan ringan, kelembapan udara belum cukup tinggi untuk menurunkan risiko kebakaran.

Citra satelit Himawari-8 pukul 07.00 WIB menunjukkan awan belum banyak terbentuk di wilayah Kotim, menandakan peluang hujan masih terbatas.

“Pola angin bertiup dari timur menuju barat. Kondisi ini bisa mempercepat penyebaran api jika ada kebakaran,” katanya.

Peta potensi karhutla yang dirilis BMKG Signature menempatkan Kalimantan Tengah bagian selatan, termasuk Kotim, dalam kategori “sangat mudah terbakar”.

Wilayah Bukit Santui dan Telaga Antang disebut sebagai dua titik paling rawan karena sering muncul hotspot berulang dalam sepekan terakhir.

BMKG meminta masyarakat dan pelaku usaha perkebunan tidak melakukan pembakaran lahan maupun semak. Pemerintah daerah diminta memperketat patroli di kawasan rawan serta memastikan peralatan pemadam siap digunakan.

“Selain ancaman api, masyarakat juga harus mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan dan jarak pandang,” tambahnya.

Sumber: radarsampit.jawapos.com

Artikel Terkait