Berita Terbaru
AKPY Stiper Latih Petani Sawit dengan Dukungan Dana BPDPKS
PALANGKARAYA, SAWIT INDONESIA- Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY – Stiper), kembali dipercaya sebagai lembaga pendidikan dalam peningkatan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit yang mendapat dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Di tahun ini, AKPY – Stiper mendapat kepercayaan melatih petani sawit dengan total peserta 384 yang terdapat di 3 Provinsi dan 4 Kabupaten dengan meliputi empat (4) materi antara lain praktik budidaya, kelembagaan, panen serta sarana dan prasarana, serta Fieldtrip ke perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk mengetahui potensi kelapa sawit dan proses bisnisnya.
Direktur AKPY – Stiper, Dr. Ir. Sri Gunawan, MP, IPU menyampaikan pihaknya bekerjasama dengan BPDPKS-Ditjen Perkebunan untuk kembali mengadakan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi petani kelapa sawit, salah satunya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
“Merupakan kepercayaan yang luar biasa, AKPY- Stiper mendapatkan kepercayaan dari BPDPKS untuk menjadi penyelenggara pelatihan Petani sawit. Di kabupaten Kotawaringin Barat menyampaikan dua materi panen (pasca panen) dan Sarana Prasarana,” ujar Sri Gunawan.
Selanjutnya, ia mengatakan ucapan selamat kepada petani sawit yang berada di Kotawaringin Barat (Kalimantan Tengah) mendapat kesempatan mengikuti pelatihan petani/peningkatan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). “Dari sekian banyak kabupaten, Kab Kotawarigin Barat mendapatkankesempatan pelatihan petani sawit dari pendanaan BPDPKS. “Kab Kotawaringin Barat Terpilih oleh Ditjen Perkebunan untuk menerima pelatihanPetani sawit sebanyak 50 petani, selama enam hari (24 – 29 Juni 2022), berlokasi di Palangkaraya,” lanjut Direktur AKPY – Stiper.
Dari informasi yang dihimpun SawitIndonesia.com peningkatan atau pelatihan petani sawit didasari ada beberapa faktor antara lain luas perkebunan kelapa sawit ada sekitar 16,38 jt ha, luas perkebunan kelapa sawit rakyat 6,88 jt ha (42%). Dan yang sudah berusia 25-30 th ada sekitar 2,73 jt ha yang siap diremajakan atau replanting. Prospek perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah sangat potensial dengan luas 1.778.703 ha atau 10,86% dari luas lahan sawit rakyat yang bisa dikembangkan menjadi pendapatan daerah dan peningkatan ekonomi daerah dan masyarakat.
Selain itu, permasalahan perkebunan kelapa sawit rakyat tidak sedikit mulai dari Legalitas lahan,perubahan iklim, pembibitan, pemeliharaan hingga panen. Teknologi masihkonvensional, menjadi tantangan bagi anak bangsa. Sehingga sangat perlu Intensifikasi dan harus bisa beradaptasi dengan perubahan alam.
Permasalahan lain yang dihadapi perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas Global dituding dengan beragam kampanye negatif diantaranya sebagai menyebabkan kerusakan lingkungan, biodiversitas, carbonstok, kekeringan, kebakaran, dan lainnya.Efisiensi biaya yang disebabkan faktor pemupukan dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit menjadi suatu keharusan.
“Oleh karena itu, untuk untuk menghadapi berbagai permasalahan tantangan perkebunan sawit rakyat diperlukan SDM Perkebunan kelapa sawit yang terampil dan kompeten (pendidkan link and match), kelembagaan (koperasi) yang sehat dan mandiri, penggunaan teknologi yang tepat dan ramah untuk mendukung operasional,” kata pria yang terpilih sebagai salah satu Tokoh Sawit 2021, kategori pengembangan SDM.
Adapun tujuan dari pelatihan petani sawit yaitu memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapasawit yang berkelanjutan (Good Management Practices), meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dankewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, sasarannya adalah Pekebun; Keluarga Pekebun; Penyuluh, TenagaPendamping ; ASN ; Masyarakat Sekitar Kebun.
Terkait pelatihan petani sawit untuk peningkatan SDM Perkebunan kelapa sawit, Sri Gunawan berharap materi yang telah disampaikan menjadi pembelajaran yang bisa disebarkan kepada petani sawit, saudaradan tetangga, penyuluh swadaya, pengurus koperasi dan lainnya. “Dan menerapkan teknik budidaya KS di kebunnya sendiri dan menjadi agenperubahan,” harapnya.
Harapan dari pelatihan petani sawit juga disampaikan Arfie Thahar, Kepala Divisi Program Pelayanan BPDKS. Pihaknya mengharapkan petani yang mendapatkan materi (ilmu) dari pelatihan dapat menerapkan dipraktekan di kebun supaya praktik budidayanya lebih baik. “Salah satu tujuannya agar dapat meningkatkan produksi dan produktivitasnya yang didukung dengan cara (budidaya) berkebun yang baik,” ucapnya.
“Dalam pelatihan itu, kami hadirkan para praktisi kebun yang mumpuni di bidangnya. Mereka (petani sawit) peserta pelatihan dapat menyerap ilmunya supaya praktik budidayanya jauh lebih baik karena sesuai dengan teori dan menerapkannya dengan baik,” imbuh Arfie.














