Banjarmasin, SAWIT INDONESIA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY – STIPER), setelah menyelesaikan pelatihan petani sawit di Palembang – Sumatera Selatan, bergeser memberikan pelatihan di Banjarmasin – Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pelatihan petani sawit merupakan pengejewantahan dari program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Kali ini, pelatihan yang diadakan selama 5 hari (Selasa – Sabtu, 30 April – 4 Mei 2024), yang diakhiri dengan kunjungan ke perkebunan perusahaan. Diikuti oleh peserta (petani sawit) dari Kabupaten Tanah Laut – Kalimantan Selatan.
Sebagai pengantar para peserta mendapat “kuliah umum” dari General Manager Agronomi, Sinar Alam Plantation, Eko Prayitno dengan tema Budidaya Tanaman Kelapa Sawit.
Wakil Direktur AKPY STIPER, Dr (C) Idum Satia Santi, SP, M.Si, mengatakan pihaknya adalah satu Lembaga pelatihan yang mendapatkan kepercayaan dari BPDPKS dan Ditjen Perkebunan untuk menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan berbagai modul.
“Namun, untuk pelatihan yang diikuti oleh peserta sebanyak 130 orang dari Kabupaten Tanah Laut, khusus untuk pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit,” ujarnya, saat memberikan sambutan di acara pembukaan pelatihan di salah satu hotel di Banjarmasin, pada Selasa (30 April 2024).
Dikatakan Idum, prospek bisnis di sektor perkebunan kelapa sawit dengan total luasnya 549.953 ha (3,36% dari total luas perkebunan sawit nasional) di Kalimantan Selatan sangat potensial untuk terus ditingkatkan produksi dan produktivitasnya. Terutama perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani/pekebun rakyat.
“Untuk itu, untuk meningkatkan kompetensi petani sawit di Kalimantan, perlu diikutsertakan dalam program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit melalui pelatihan, salah satunya pelatihan petani sawit yang dioperatori AKPY – STIPER,” katanya.
“Selain itu, untuk menghadapi berbagai tantangan petani sawit harus memiliki SDM harus unggul, trampil dan kompeten; harus ada kelembagaan yang sehat dan mandiri; serta teknologi yang tepat dan ramah,” imbuh perempuan sebagai pengajar di INSTIPER Yogyakarta.
Adapun tujuan dari pelatihan petani kelapa sawit, yaitu memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan (Good Management Practices). Dan, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Di akhir pelatihan kelapa sawit para peserta mendapat kesempatan untuk mengunjungi perkebunan perusahaan (Sinar Alam Plantation), tepatnya pada Sabtu (4 Mei 2024).
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Tanah Laut, Faried Widyatmoko, menyampaikan terimakasih dengan diberikannya kesempatan petani sawit dari Kabupaten Tanah Laut, untuk belajar. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawitdi Kabupaten Tanah Laut.
“Apalagi perkebunan kelapa sawit di Tanah Laut terus mengalami perkembangan yang menggembirakan. Bahkan setiap tahun di Tanah Laut untuk luasan lahan juga bertambah,” kata, saat diwawancara usai acara pembukaan pelatihan petani sawit.
Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Kabupaten Tanah Laut menunjukkan terdapat 6.667 kepala keluarga yang menggeluti kelapa sawit rakyat di Kabupaten Tanah Laut.














