• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

AKPY, BPDP, dan Ditjenbun: Field Trip ke PT AJP Bantu Pekebun Paser Pahami Standar Panen dan Pascapanen

Samboja, SAWIT INDONESIA – Kunjungan lapangan (field trip) ke PT Alam Jaya Persada (AJP)–KPN Plantation di Samboja menjadi bagian penting dalam Pelatihan Petani Sawit Kelas Panen dan Pascapanen yang diikuti 156 pekebun asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung penerapan standar panen, penanganan tandan buah segar (TBS), hingga proses grading di pabrik.

Wakil Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan pembelajaran di lapangan membuat peserta lebih mudah memahami materi yang telah dipelajari selama pelatihan.

"Kegiatan hari ini merupakan lanjutan dari materi panen dan pascapanen yang telah diberikan di kelas. Harapan kami, apa yang dilihat peserta di lapangan benar-benar matching dengan teori yang sudah dipelajari, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih utuh," ujarnya saat membuka kegiatan field trip, Senin (20/7/2026).

Menurut Idum, panen dan pascapanen tidak dapat dipisahkan dari praktik budidaya kelapa sawit. Oleh karena itu, peserta diajak mengikuti seluruh alur pengelolaan sawit, mulai dari proses panen di kebun, pengangkutan hasil, hingga penerimaan dan penilaian mutu TBS di loading ramp pabrik.

Salah satu tujuan utama kunjungan ini, lanjutnya, adalah memberikan pemahaman mengenai standar mutu TBS yang diterapkan industri. Dengan melihat langsung proses grading, pekebun dapat mengetahui penyebab buah diterima, ditolak, atau dikenakan potongan kualitas.

"Sering kali petani merasa buah yang dipanen sudah bagus, tetapi ketika sampai di pabrik ternyata ada yang ditolak atau terkena potongan. Melalui kunjungan ini mereka bisa memahami indikator mutu buah dan alasan teknis di balik proses grading tersebut," jelasnya.

Senada dengan itu, Manager Kebun PT Alam Jaya Persada (AJP)–KPN Plantation, Fradian Asbelly, mengatakan pengalaman di lapangan memberi pemahaman yang lebih nyata dibandingkan hanya belajar di ruang kelas.

"Peserta bisa melihat langsung praktik di kebun sampai ke pabrik. Mereka mengetahui bagaimana proses yang benar dari hulu hingga hilir, sehingga manfaatnya akan lebih terasa ketika diterapkan di kebun masing-masing," katanya.

Menurut Fradian, materi terpenting yang harus dipahami pekebun adalah menentukan kriteria buah matang panen. Kesalahan memanen buah yang belum matang akan menurunkan kualitas TBS sekaligus memengaruhi harga jual.

Selama kunjungan, peserta juga diperlihatkan proses grading di pabrik sehingga memahami standar penerimaan buah.

"Peserta bisa melihat sendiri bagaimana buah dinilai di pabrik. Mereka jadi tahu buah seperti apa yang diterima dan mana yang harus ditolak. Pengetahuan ini sangat penting agar kualitas panen pekebun semakin baik," ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar 70 persen pasokan TBS yang diolah pabrik berasal dari pekebun masyarakat dan perusahaan lain. Karena itu, kualitas buah dari pekebun menjadi faktor penting bagi industri.

"Yang kami inginkan tentu buah matang dengan kualitas baik. Salah satu indikatornya terdapat sekitar 20 brondolan saat buah tiba di loading ramp. Kalau masih mentah akan dipulangkan, sedangkan tangkai yang terlalu panjang juga akan dikenakan potongan sesuai standar grading," jelasnya.

Fradian menambahkan, PT Alam Jaya Persada juga rutin memberikan edukasi kepada pekebun swadaya agar semakin memahami standar panen dan mampu menghasilkan TBS yang berkualitas.

Sementara itu, Idum menegaskan bahwa pembelajaran tidak berhenti setelah kunjungan lapangan. Hasil pengamatan peserta akan kembali dibahas pada sesi kelas sehingga teori dan praktik saling melengkapi.

"Peserta akan mendiskusikan kembali apa yang telah mereka lihat di lapangan, sehingga hal-hal yang belum dipahami bisa dikonfirmasi bersama narasumber. Dengan begitu proses belajar menjadi lebih efektif," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Alam Jaya Persada yang telah membuka kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari praktik terbaik perusahaan.

Kunjungan lapangan ke PT Alam Jaya Persada merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Melalui perpaduan teori dan praktik, pelatihan ini diharapkan meningkatkan kemampuan pekebun dalam menerapkan standar panen dan pascapanen, menghasilkan TBS berkualitas, serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha tani sawit rakyat.

Artikel Terkait