Jakarta, SAWIT INDONESIA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pengembangan Ekosistem Agribisnis Perkebunan Berbasis Koperasi dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Muhammad Abdul Ghani, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini ditugaskan mengelola lahan seluas 850.000 hektar di kawasan hutan yang sebelumnya diambil alih oleh Satgas PKH. Lahan ini rencananya akan diperluas hingga mencapai 1,25 juta hektar.
"Dari total lahan tersebut, minimal 250.000 hektar akan dialokasikan untuk plasma yang dikelola oleh sekitar 250 koperasi. Kami juga mengidentifikasi lebih dari 120.000 hektar sawit rakyat yang selama ini ikatan formalnya belum jelas, untuk dihimpun dalam koperasi," jelas Abdul Ghani.
Menurutnya, Agrinas Palma Nusantara tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas perkebunan, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi bagian dari pembangunan. Melalui kemitraan koperasi, masyarakat memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengelolaan perkebunan secara profesional, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Tak hanya fokus pada sawit, kerja sama ini juga mencakup pengembangan komoditas pertanian strategis lainnya guna mendukung swasembada pangan dan energi nasional. Agrinas akan menanam 400.000 hektar kedelai, 250.000 hektar jagung, serta 300.000 hektar singkong sebagai bahan baku energi terbarukan (etanol).
"Artinya, dari seluruh aspek bisnis Agrinas Palma, kita akan bermitra dengan koperasi. Di Sumatra Utara sendiri, tahun ini kami akan mulai melakukan piloting penanaman 1.500 hektar bersama koperasi," tambahnya.














