• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

9,2 Juta Masyarakat NTT Bekerja Disektor Sawit

Jakarta, Sawit Indonesia - Workshop itu dihadiri oleh Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin, Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Helmi Muhansyah serta Mansuetus Darto salah satu tokoh nasional asal Manggarai yang konsen di dunia sawit Indonesia, sekaligus salah satu tokoh yang membesarkan organisasi SPKS.

Sabarudin saat itu menyampaikan bahwa SPKS menyelenggarakan kegiatan itu di Labuan Bajo NTT karena banyak masyarakat NTT bekerja di sektor sawit.

"Nusa Tenggara Timur itu tidak punya sawit, perkebunan sawit itu tidak ada di Labuan Bajo tetapi masyarakat NTT sangat dekat dengan sawit. Ada sekitar 6,5 juta bekerja di sektor sawit, secara langsung itu sekitar 9,2 juta kerja di sektor sawit. Dari jumlah itu 30 sampai 40 persen itu masyarakat dari NTT," kata Sabarudin.

Pada kesempatan yang sama di acara pembukaan workshop, Helmi menyampaikan bahwa produk sawit bukan hanya minyak goreng tetapi banyak produk turunannya yang selalu digunakan masyarakat setiap saat sehingga perlu diperkenalkan termasuk kepada masyarakat di Labuan Bajo.

"Setiap saat kita menggunakan produk kelapa sawit, bukan hanya minyak goreng. Sawit memberi kontribusi bagi perekonomian, mewarnai devisa kita dari produk sawit dan turunannya. Bulan Agustus kemarin memberikan kontribusi ekspor dalam satu bulan 1,7 miliar dolar," kata Helmi.

Disampaikannya, selama ini, BPDPKS telah melatih petani sawit yang tergabung dalam koperasi dan kelompok tani untuk membuat produk UKMK seperti kosmetik dan kerajinan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Maria Theresia Primadona Asmon yang hadir saat itu menyampaikan, sekitar 7 ribu masyarakat dari Mabar bekerja di sektor sawit, terutama di Kalimantan.

Dia berharap akan ada kerja kolaborasi, antara lain pelatihan-pelatihan khususnya berkaitan dengan produk UMKM turunan kelapa sawit.

Hadir juga pada saat itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Mabar Gabriel Bagung, pegiat UMKM produk turunan sawit Vincent serta para peserta dari Bogor, Jambi, Ruteng dan Labuan Bajo.

Sumber: bpdp.or.id

Artikel Terkait