JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Indonesia mempunyai 25 provinsi sentra perkebunan kelapa sawit yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Produk turunan kelapa sawit yang banyak digunakan di Indonesia adalah minyak goreng. Kebutuhan minyak goreng nasional mencapai 5,7 juta liter pada 2022. Terdiri dari kebutuhan minyak goreng rumah tangga sebesar 3,9 juta kiloliter. Sementara itu, konsumsi minyak goreng industri mencapai 1,8 juta kiloliter.
Merujuk hasil survei Industri Besar Sedang (IBS) menunjukkan bahwa dari 74 pabrik minyak goreng kelapa sawit di Indonesia. Data ini ditampilkan dalam Publikasi Distribusi Perdagangan Komoditas Minyak Goreng Indonesia tahun 2021 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik. Dari 74 pabrik minyak goreng tadi, ada 45 pabrik berlokasi di Pulau Jawa.
Yang menarik, Riau sebagai produsen provinsi dengan produksi minyak sawit terbesar secara nasional yaitu diperkirakan pada tahun 2020 mencapai 9,78 juta ton atau 19,90 persen dari total produksi kelapa sawit di Indonesia sebesar 49,12 juta ton. Faktanya, tidak ada pabrik minyak goreng yang beroperasi di Riau berdasarkan data BPS. Pasokan minyak goreng diperoleh Riau berasal dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data Susenas, Pada tahun 2015, tercatat konsumsi minyak goreng sawit dalam rumah tangga sebesar 10,33 liter/kapita/tahun. Angka ini meningkat menjadi 11,58 liter/kapita/tahun pada tahun 2020. Perkembangan rata-rata konsumsi minyak goreng sawit di tingkat rumah tangga di Indonesia selama periode 2015 - 2020 mengalami peningkatan sebesar 2,32 persen per tahun.
Inilah 5 Provinsi dengan Jumlah pabrik minyak goreng terbanyak, sebagai berikut:
- Jawa Timur
Jawa Timur memiliki 23 pabrik minyak goreng. Sejumlah produsen minyak goreng menempatkan pabriknya di provinsi ini antara lain Wilmar, Musim Mas, Salim Ivomas (Grup Indofood), dan Best Group.
Kebutuhan minyak goreng masyarakat Jatim yang mencapai 59.000 ton/bulan. Selain itu, produk minyak goreng dari provinsi ini dijual ke provinsi lain seperti penjualan Minyak Goreng ke 12 Provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Begitupula ekspor dilakukan ke negara lain seperti Afrika Tengah, Mauritina, Nigeria, dan Timor Timur
- Sumatera Utara
Pabrik Minyak Goreng Kelapa Sawit yang beroperasi pada tahun 2020 di Provinsi Sumatera Utara adalah sebanyak 14 pabrik, berdasarkan data BPS. Provinsi Sumatera Utara menjual produk minyak goreng ke 4 Provinsi lain yaitu Provinsi Aceh, Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur serta penjualan ke luar negeri Malaysia, Nigeria, Angola, Ghana, Pantai Gading, Kepulauan Cocos (Keeling), Jibuti, Mauritania, Senegal, Turki.
- DKI Jakarta
Data BPS menunjukkan jumlah pabrik minyak goreng yang beroperasi pada 2020 di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 11 pabrik.
Produk minyak goreng dari DKI Jakarta dikirim ke 15 Provinsi lain yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kep. Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.
Selain itu, tercatat adapula ekspor minyak goreng ke tiga negara lain seperti Iran, Jepang, dan Korea Selatan.
- Jawa Barat
Pabrik Minyak Goreng yang beroperasi pada tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat sebanyak 6 pabrik.
Minyak goreng dari Jawa Barat dijual ke provinsi lain seperti yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten. Adapula ekspor ke negara lain yaitu Benin, China, Ghana, Togo, dan Turki.
- Lampung
Pabrik Minyak Goreng Kelapa Sawit yang beroperasi pada tahun 2020 di Provinsi Lampung adalah sebanyak 3 pabrik.
Provinsi Lampung melakukan penjualan Minyak Goreng ke 5 Provinsi lain yaitu Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, dan Jawa Timur