• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

5 Emiten Sawit Dengan Jumlah Pabrik Sawit Terbanyak

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Industri sawit tetap menjadi tumpuan perekonomian bagi Indonesia di sektor pangan dan energi. Produk turunan minyak sawit yang sangat beragam telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Bagi perusahaan sawit, kepemilikan pabrik sawit sangat dibutuhkan untuk mengolah produksi Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari perkebunan inti dan pihak ketiga.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, redaksi mengolah data jumlah kepemilikan pabrik sawit dan kapasitas olah buah sawit setiap tahunnya. Penjualan minyak sawit menjadi sumber “cuan” bagi masing-masing emiten.

Yang menarik adalah PT Triputra Agro Persada Tbk menempati posisi kedua sebagai emiten sawit dengan jumlah pabrik sawit terbanyak. Walaupun baru berdiri dua dekade, emiten berkode TAPG ini telah melampaui perusahaan sawit yang telah hadir semenjak lama seperti PT Tunas Baru Lampung Tbk, PT Sampoerna Agro Tbk, dan PT SMART Tbk.

Berikut ini, 5 besar emiten sawit yang memiliki jumlah pabrik sawit terbanyak di Indonesia:

1. PT Astra Agro Lestari Tbk

    Emiten berkode AALI ini memiliki dan mengelola PKS sebesar 32 unit dengan total kapasitas 1.570 ton/jam yang tersebar di Sumatra sebanyak 11 unit (34%), di Kalimantan sebanyak 14 unit (44%), dan Sulawesi sebanyak tujuh unit (22%).

    Pabrik sawit perusahaan ini digunakan untuk mengolah hasil TBS dari kebun inti (perusahaan) dan pihak ketiga. Pada 2023, jumlah produksi TBS inti AALI sebesar 4,35 juta ton dan pihak ketiga berjumlah 2,4 juta ton. Total jumlah TBS yang diolah perusahaan mencapai 6,75 juta ton.

    Selain itu, Astra Agro juga dan mengelola pabrik pengolahan inti sawit sebanyak 14 unit dengan total kapasitas 1.500 ton/hari hingga 31 Desember 2023. Pabrik pengolahan inti sawit ini tersebar di Sumatra sebanyak empat unit (29%), di Kalimantan sebanyak enam unit (42%), dan di Sulawesi sebanyak empat unit (29%)

    2. PT Salim Ivomas Pratama Tbk

      PT Salim Ivomas Pratama Tbk mengoperasikan 27 pabrik kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan dengan total kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 7,2 juta ton per tahun.

      Sampai akhir tahun 2023, total lahan tertanam kelapa sawit inti mencapai seluas 244.337 hektar, dimana 10% merupakan lahan yang belum menghasilkan. Umur rata-rata tanaman kelapa sawit adalah sekitar 19 tahun.

      Pada 31 Desember 2023, produksi CPO bersertifikat ISPO dari Grup SIMP mencapai 493.000 ton, atau 85% dari total produksi CPO yang berasal dari perkebunan inti.

      Di tahun 2023, Grup SIMP mencatat total penjualan sebesar Rp16 triliun, turun 10% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp17,79 triliun, terutama karena turunnya harga jual rata-rata produk sawit serta produk Minyak & Lemak Nabati (EOF) yang sebagian diimbangi oleh kenaikan volume penjualan produk sawit.

      3. PT Triputra Agro Persada Tbk

        Berdiri pada 2005, PT Triputra Agro Persada Tbk mampu berkembang pesat dari aspek luas kebun dan pabrik sawit. Emiten berkode TAPG ini memiliki 18 pabrik kelapa sawit yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia yaitu Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur dengan kapasitas terpasang 995 ton/jam.

        Pabrik sawit perusahaan mampu mengolah Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 4,2 juta ton hingga akhir 2023. Terdiri dari TBS kebun inti sebesar 3,05 juta ton, plasma sebesar 325 ribu ton, dan pembelian pihak ketiga sebesar 820 ribu ton.

        Tingkat rendemen minyak sawit (CPO) mencapai 23,3% pada 2023, lebih tinggi daripada 2022 sebesar 22,6%. Produksi TBS pada 2023 dari perkebunan inti telah mencapai lebih dari 3.050 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 5% dari produksi tertinggi tahun sebelumnya yaitu 3.200 ribu ton.

        Jumlah produksi CPO yang dihasilkan perusahaan mencapai 978 ribu ton CPO pada 2023. Besaran produksi ini lebih rendah dari tahun 2022 sebesar 999 ribu ton.

        4. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk

          Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, emiten berkode SMART mengoperasikan 16 PKS dengan total kapasitas terpasang tahunan sebesar 4,35 juta ton TBS. Pabrik kelapa sawit perusahaan memproduksi 722 ribu ton produk sawit, terdiri dari 567 ribu ton CPO dan 155 ribu ton PK.

          Produktivitas rata-rata produk sawit ini tetap stabil sebesar 5,1 ton per hektar, dengan tingkat ekstraksi minyak dan inti sawit masing-masing sebesar 20,8% dan 5,7%.

          Hingga akhir tahun 2023, SMART mengelola 134.177 hektar kebun sawit yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan. Perkebunan kami terdiri dari 77% milik sendiri (disebut inti) dan 23% milik para petani (disebut plasma).

          5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk

            Emiten berkode DSNG ini memiliki 12 PKS dengan kapasitas produksi total mencapai 675 ton/jam. Total kapasitas TBS yang diolah 2,85 juta ton pada 2023.

            Pada tahun 2023, Perseroan mencatat produksi TBS sebesar 2,27 juta ton, naik 2,6% dibandingkan tahun 2022 sebanyak 2,21 juta ton. Tingkat ekstraksi minyak sawit perusahaan sebesar 23,19%.

            Artikel Terkait