• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

20 Penghargaan PROPER Hijau dan Biru Diraih Musim Mas Group

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Sebanyak 20 anak perusahaan Musim Mas Group meraih penghargaan PROPER 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Perolehan penghargaan tersebut menambah daftar kepatuhan perusahaan (Musim Mas) atas kinerja dalam pengelolaan lingkungan, ekoinovasi, inovasi sosial dan kepemimpinan lingkungan (green leadership) perusahaan yang bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Secara rinci, dari total 20 penghargaan PROPER 2023 yang diperoleh Musim Mas Group, 11 PROPER Biru didapat oleh 11 anak perusahaan di sektor Pabrik Kelapa Sawit (PKS), sedangkan 9 PROPER Biru didapat oleh 2 anak perusahaan di sektor PKS dan 7 anak perusahaan di sektor Perkebunan.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh WAkil Menteri LHK, Alue Dohong, pada Rabu (20 Desember 2023), yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

General Manager Corporate Affairs - Musim Mas Group, Teuku Kanna Rhamdan mengatakan pihaknya sangat bangga dan senang dengan pencapaian PROPER dalam menutup tahun ini, karena jumlah anak usaha perusahaan kami bertambah yang menerima PROPER, menjadi 14 perusahaan dari pabrik dan perkebunan.

“Strategi dan kebijakan keberlanjutan Musim Mas menjadi acuan yang diterapkan diseluruh lini perusahaan. Kami terus meningkatkan standar untuk produksi minyak sawit berkelanjutan. Kepedulian kami atas lingkungan juga kami realisasikan dengan mengadopsi Agriculture Sector Roadmap to 1.5 derajat celcius bersama perusahaan-perusahaan serupa, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dari penggunaan dan pengelolaan lahan. Tentunya, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di sektor kelapa sawit," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Jum’at lalu (22 Desember 2023).

Berikut ini, Perusahaan-perusahaan dari Musim Mas Group yang menerima PROPER Hijau yaitu PT Agrowiratama (PKS), PT Berkat Sawit Sejati (PKS), PT Indomakmur Sawit Berjaya (PKS), PT Maju Aneka Sawit (PKS), PT musim Mas PKS Batang Kulim (PKS), PT Musim Mas PKS Pangkalan Lesung (PKS), PT Sinar Agro Raya (PKS), PT Siringgo Ringgo (PKS), PT Sukajadi Sawit Mekar PKS SSM1 (PKS), PT Sukajadi Sawit Mekar SSM2 (PKS), PT Unggul Lestari (PKS).

Dan, Perusahaan-perusahaan dari Musim Mas Group yang menerima PROPER Biru yaitu PT Bahana Nusa Interindo (PKS), PT Sarana Esa Cita, PT Sarana Esa Cita (Perkebunan), PT Musim Mas (Perkebunan), PT Guntung Idaman Nusa (Perkebunan), PT Sukajadi Sawit Mekar (Perkebunan), PT Maju Aneka Sawit (Perkebunan), PT Globalindo Alam Perkasa (Perkebunan), PT Mulia Indah (Perkebunan).

Pada kesempatan itu, saat menghadiri penghargaan PROPER 2023, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengatakan saat ini dunia tengah dihadapkan pada tiga krisis lingkungan yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Masalah lingkungan hidup ini adalah persoalan universal yang menuntut penyelesaian secara seksama dan bersama-sama salah satunya melalui pembangunan berkelanjutan.

“Keberhasilan pembangunan keberlanjutan membutuhkan dukungan semua sektor dan pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas dan entitas bisnis,” ucapnya, saat sambutan.

Sebagai informasi, Anugerah PROPER yang diinisiasi KLHK merupakan penghargaan atas kinerja dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan, ekoinovasi, inovasi sosial dan kepemimpinan lingkungan (green leadership) perusahaan yang bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Bagi Musim mas penghargaan ini merupakan sebuah anugerah bergengsi, mengingat penghargaan ini hanya diberikan melalui penetapan SK dari KLHK.

Ada dua kriteria penilaian PROPER yaitu kriteria penilaian ketaatan dan kriteria penilaian lebih dari yang dipersyaratkan dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, laut, dan udara, pengelolaan limbah B3, dan potensi kerusakan lahan. Dan, pada sektor perkebunan aspek pengendalian kerusakan ekosistem gambut juga masuk dalam penilaian. Untuk kriteria beyond compliance, penilaian dilihat sebagai lebih dari persyaratan karena disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan praktik pengelolaan lingkungan yang terbaik, serta isu yang bersifat global.

Aspek-aspek penilaiannya termasuk sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, pengurangan dan pemanfaatan limbah B3, pengurangan dan pemanfaatan limbah non B3, efisiensi air, penurunan beban pencemaran air, perlindungan keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat. Di samping itu, PROPER juga mensyaratkan perusahaan melakukan benchmarking dengan perusahaan lain, baik dalam skala nasional, regional, ataupun internasional, agar kinerja perusahaan meningkat.

Sebagai perusahaan global yang memiliki operasional utama di Indonesia, Musim Mas Group selalu mengutamakan pengelolaan perkebunan dan PKS yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Hingga akhir tahun 2022, Musim Mas memiliki lebih dari 28 ribu ha (lebih dari 14% dari luas lahan bersertifikat) yang diperuntukkan untuk konservasi. Musim Mas juga menerapkan zero waste pada operasionalnya melalui pengelolaan limbah padat, cair dan gas, dimana limbah padat dikelola lebih lanjut menjadi bahan bakar dan pupuk; limbah cair dikelola lebih lanjut melalui proses waste water treatment yang kemudian dimanfaatkan kembali; serta pengelolaan limbah gas metana yang dihasilkan dari proses operasional menjadi listrik menggunakan instalasi Methan Capture yang hasil listriknya digunakan untuk operasional dan perumahan pekerja di lokasi operasional perkebunan dan pabrik. Saat ini, terdapat 17 pabrik pengelolaan kelapa sawit yang telah dilengkapi fasilitas Methan Capture.

Perusahaan juga menegaskan semua rantai pasok telah menetapkan No Deforestation No Peat, No Exploitation (NDPE). Lebih lanjut, Musim Mas juga memberdayakan masyarakat dan komunitas untuk lebih menjaga lingkungan melalui program Masyarakat Bebas Api, dan program Pemberdayaan petani Swadaya Musim mas melalui pelatihan terkait praktik-praktik perkebunan yang baik (Good Agriculture Practices).

Sebagai perusahaan pemimpin dibidangnya, Musim Mas menjunjung tinggi empat pilar keberlanjutan yang diterapkan dalam menjalankan usahanya. ke empat pilar tersebut mencakup peningkatan kehidupan petani swadaya, pekerja, dan komunitas; memberikan dampak lingkungan yang positif; mempertahankan hubungan yang bertanggung jawab dengan para pemasok, pelanggan, dan pemangku kepentingan serta mendorong inovasi dalam praktik-praktik keberlanjutan.

Artikel Terkait