Ditengah Pandemi, KTB Maksimalkan Penjualan dan Layanan Purna Jual

Di awal September ini, KTB meluncurkan Mitsubishi Fuso Official store di marketplace platform Tokopedia. Harapannya konsumen tetap bisa melakukan transaksi secara online.

Data penjualan PT Krama YudhaTiga Berlian Motors (KTB) menunjukkan adanya penurunan penjualan pada semester I di tahun ini. Penjualan di sektor perkebunan, pertanian dan peternakan juga mengalami penurunan. Dari total penjualan Mitsubishi Fuso pada Januari – Agustus 2020 sebanyak 15.131 unit, sementara penjualan di sektor perkebunan, pertanian, peternakan sebanyak 4.000 unit. Sedangkan total penjualan pada Januari – Agustus 2019 sebanyak 25.563 unit dan penjualan di sektor perkebunan/pertanian/peternakan sebanyak 4.500 unit.

Untuk meningkatkan penjualan terutama di masa pandemi Covid-19, KTB memiliki strategi yaitu memaksimalkan platform digital untuk tetap komunikasi dan memberikan layanan kepada konsumen.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Duljatmono, menjelaskan strategi yang dilakukan di antaranya, dengan virtual gathering, virtual training, memaksimalkan media sosial. “Dan, beberapa waktu lalu meluncurkan Mitsubishi Fuso Official store di marketplace platform Toko pedia. Harapannya konsumen tetap bisa melakukan transaksi secara online,” jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima tim Redaksi Majalah Sawit Indonesia.

Konsumen dapat mengunjungi Mitsubishi Fuso Official store di Toko pedia melalui https://www.tokopedia.com/discovery/mitsubishifuso

Berkaitan dengan keunggulan produk Mitsubishi yang banyak digunakan sebagai kendaraan niaga di sektor perkebunan, pertanian dan peternakan, Duljatmono menerangkan ada tiga varian yang sangat cocok untuk sektor perkebunan sawit. “Saat ini yang paling diminati adalah Colt Diesel 74 HDL (125 PS), unit ini cocok bagi konsumen yang membutuhkan kapasitas yang lebih besar, untuk mengangkut muatan Tandan Buah Sawit (TBS) dari perkebunan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Kemudian Colt Diesel FE 74HD (125 PS), unit ini cocok digunakan untuk mengangkut muatan sawit mentah dari perkebunan kepabrik pengolahan, dan sangat cocok digunakan di jalanan on road. Unit ini juga sangat lincah dan optimal di jalan on-road,” terangnya.

“Selanjutnya, Colt Diesel FE SHDX (136 PS), cocok digunakan untuk mengangkut muatan sawit mentah dalam site perkebunan, memiliki gear ratio yang lebih besar, cocok digunakan di jalanan off road,” imbuh pak Momon, sapaan akrab Duljatmono.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 107)

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like