Volume Penjualan Naik, Pendapatan DSN Capai Rp 2,6 triliun

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk membukukan penjualan semester I 2019 sebesar Rp 2,6 triliun, naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan dipicu meningkatnya volume penjualan CPO.

Volume penjualan CPO Perseroan tercatat sebesar 301 ribu ton, naik 61% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan produksi CPO menyusul makin luasnya area kebun yang menghasilkan dan mulai adanya kontribusi dari perusahaan perkebunan yang diakuisisi Perseroan pada akhir tahun 2018 lalu.

Produksi CPO Perseroan pada semester I 2019 tercatat sebesar 262 ribu ton, naik 40% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Sampai 30 Juni 2019, total kebun menghasilkan Perseroan tercatat sebanyak 101.799 hektar.

Direktur Utama Perseroan, Andrianto Oetomo, menjelaskan penurunan harga CPO yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir ini telah menyebabkan sebagian perusahaan kelapa sawit mengalami kesulitan dalam meningkatkan kinerja finansialnya.

“Meskipun demikian, kami masih bisa membukukan laba operasi dan juga perolehan laba komprehensif yang positif sebagai hasil dari upaya Perseroaan dalam pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan melalui efisiensi biaya serta peningkatan produktivitas ,” kata Andrianto Oetomo dalam pernyataannya.

Kendati pendapatan naik, laba operasi semester I turun 4% menjadi Rp 330 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 342 miliar. Rerata-rata harga penjualan CPO Perseroan selama enam bulan pertama tahun ini telah turun 18% dari Rp 7,8 juta per ton pada semester I tahun lalu menjadi Rp 6,4 juta per ton pada semester pertama tahun ini.

Pada semester I tahun ini, Perseroan mampu meningkatkan perolehan EBITDA sebesar Rp 576 miliar, naik 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA sebesar 22%. Sedangkan laba bruto semester I 2019 tercatat sebesar Rp 656 miliar dengan margin laba bruto sebesar 25%, lebih rendah dibandingkan semester I tahun lalu sebesar 27%.

Penurunan margin laba bruto tersebut disebabkan karena program revitalisasi yang dilakukan Perseroan untuk dua kebun yang baru diakuisisi pada Desember 2018 yang lalu masih berlangsung dan belum memberikan hasil yang optimum sehingga ikut mempengaruhi margin laba bruto pada tahun berjalan. Program revitalisasi ini diharapkan akan rampung dan mulai memberikan hasil optimum pada tahun depan.

“Meskipun demikian, selama semester I 2019 ini, kedua kebun baru tersebut telah menyumbang 13% dari penjualan Perseroaan dari segmen usaha kelapa sawit. Apabila kinerja dari kedua kebun baru ini dikecualikan, maka margin laba bruto Perseroan akan mencapai 27% atau sama dengan margin laba bruto pada semester I tahun lalu,” kata Andrianto.

Dari jumlah tersebut, luas kebun inti mencapai 81.392 hektar dan kebun plasma men capai 20.407 hektar. Dari segmen usaha produk kayu, Perseroan mencatat penjualan semester I 2019 sebesar Rp 474 miliar, naik 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebagian besar disumbangkan oleh penjualan produk panel. Volume penjualan panel dalam enam bulan pertama tahun ini naik 14% menjadi 45 ribu m3 dengan harga rata-rata juga naik 5% menjadi Rp 6,1 juta per m3 dibandingkan semester I 2018 sebesar Rp 5,8 juta per m3.

18 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like