Setiap Tahun, Majalah Sawit Indonesia Berpartisipasi di Pameran IPOC

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Majalah Sawit Indonesia berpartisipasi sebagai peserta pameran 15th Indonesian Palm Oil Conference and 2020 Price Outlook (IPOC) yang berlangsung pada 31 Oktober-1 November 2019, di  Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali. Tahun ini merupakan tahun ke delapan partisipasi Majalah Sawit Indonesia di kegiatan tahunan GAPKI.

“Kami setiap tahun selalu berpartisipasi dalam IPOC. Selama delapan tahun ini, kami satu-satunya media yang menjadi peserta pameran. Bagi Majalah Sawit Indonesia, IPOC merupakan ajang bergengsi dan sangat penting untuk mempromosikan majalah serta memperluas jaringan pembaca serta partner bisnis,” kata Yasin Permana, Direktur Marketing Majalah Sawit Indonesia.

Menurutnya, partisipasi Majalah Sawit Indonesia  di pameran IPOC merupakan bentuk dukungan kepada pelaku industri sawit yang bernaung di bawah GAPKI. Melalui dukungan ini diharapkan terjalin kerjasama erat, harmonis, dan berkelanjutan.

Di IPOC tahun ini, Majalah Sawit Indonesia menempati booth nomor 96 yang berdekatan dengan meja registrasi kegiatan. Booth Sawit Indonesia akan menampilkan Buku Pena Di Atas Langit yang ditulis Tofan Mahdi dan Buku Perizinan Teknis Industri Kelapa Sawit Dalam Berbagai Perspektif oleh Dr. Rio Christiawan. Selain itu, ada pula partner kami yang menyajikan teknologi terbaru di bidang mekanisasi sawit.

“Selama delapan tahun berpartisipasi, kami selalu bayar biaya booth.  Kalaupun ada yang mengatakan booth diperoleh gratis, itu tidak benar. Ditengah lesunya bisnis media, Majalah Sawit Indonesia dapat membuktikan eksistensinya dan berani keluar modal,” ujar pria berbadan kecil ini.

Mona Surya, Ketua Panitia Penyelenggara IPOC, mengapresiasi konsistensi Majalah Sawit Indonesia sebagai peserta IPOC selama delapan tahun lamanya. Sebab, peserta pameran lebih banyak didominasi kalangan industri sawit dan perusahaan supporting sawit. Namun hanya Majalah Sawit Indonesia merupakan media yang konsisten sebagai peserta pameran IPOC.

“Kami (GAPKI) senang Majalah Sawit Indonesia selalu berpartisipasi dalam kegiatan dan pameran IPOC. Terima kasih atas dukungannya selama ini,” ujar Mona.

Ia mengatakan IPOC merupakan konferensi yang ditunggu-tunggu oleh pemain sawit secara internasional. Hal ini dapat dilihat dengan tingkat capaian dan prestasi yang diukir IPOC selama 14 tahun yang telah membawa Indonesia menjadi salah satu negara yang dituju untuk mendapatkan informasi terkait sawit.

Booth Majalah Sawit Indonesia dikunjungi Ketua FP2SB, Achmad Mangga Barani dan VP Astra Agro, Tofan Mahdi

Animo masyarakat baik dari Indonesia maupun luar negeri akan konferensi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun lalu penyelenggaraan konferensi ini dihadiri lebih dari 1500 peserta dari 23 negara (diluar tamu undangan khusus dan pengunjung). Tahun ini kami memperkirakan peserta yang akan hadir kurang lebih 1500 peserta yang berasal dari lebih dari 25 negara di dunia.

Majalah SAWIT INDONESIA diterbitkan oleh PT Multi Sarana Media mulai Oktober 2011. Fokus majalah ini kepada pemberitaan mengenai produk dan teknologi industri kelapa sawit. Saat ini,  tiras majalah mencapai 3.000 eksemplar per bulan. Pangsa pasar pembaca dari perusahaan perkebunan sawit, supporting industri sawit, pemerintah, dan petani. Majalah SAWIT INDONESIA didistribusikan pula kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang langsung ditujukan kepada pemegang keputusan.

Bersama partner dan kolega di Booth Majalah Sawit Indonesia

“Selama delapan tahun ini, kami telah menjadi referensi pelaku industri sawit dalam pengambilan keputusan. Selain majalah, kami memiliki situs sawitindonesia.com, yang menampilkan update berita sawit. Situs ini dikunjungi lebih dari 15 ribu pengunjung setiap hari. Dapat dikatakan, berita yang kami tampilkan mampu mempengaruhi isu dan kebijakan di industri sawit,” ujar Qayuum Amri, Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia.

Pria berzodiak Gemini ini mencontokan berita produk berlabel palm oil free (bebas sawit) beberapa waktu lalu, menjadi dasar BPOM untuk melarang peredaran produk makanan dengan label tersebut. Hal ini membuktikan, kemampuan dan kekuatan Majalah Sawit Indonesia untuk mempengaruhi kebijakan industri sawit di Indonesia.  

Selain penerbitan majalah,  Majalah Sawit Indonesia memiliki segmen bisnis lainnya seperti event organizer, penerbitan buku, penyedia data industri, dan supplier produk sawit.

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like