Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengembangkan inovasi kendaraan berbahan bakar murni sawit. Penggunaan minyak sawit menjadi alternatif solusi sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak di wilayah terpencil.

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melakukan beragam inovasi untuk pengembangan riset yang berbasis minyak sawit. Salah satunya mobil desa bernama CEPOV-ITERA-1 yang menggunakan bahan bakar minyak sawit murni. Pengembangan kendaraan ini dimulai semenjak November 2021.

“Semenjak November 2021, tim mulai mengembangkan mobil desa yang dirancang sesuai kebutuhan aktivitas masyarakat desa sebagai mobil tangguh pengangkut hasi lbumi yang menggunakan bahan bakar minyak sawit murni,” kata Rico Aditia Prahmana, S. T., M. Sc., Ketua Tim Pembuat CEPOV ITERA-1, dalam jawaban tertulis.

Rico Aditia menjelaskan bahwa riset ini muncul atas gagasan rektor ITERA Prof. Mitra Djamal, dan Staf Ahli Rektor Itera Prof. Deny Juanda Puradimaja. Dari saat itu  ITERA bekerja sama dengan ITB  yaitu dengan bimbingan Dr. Eng. Ir. Iman Kartolaksono Reksowardojo – FTMD ITB dan Dr. Ir. Tirto Prakoso, S.T, M.Eng. FTI – ITB. Lalu dikembangkan riset mobil Desa dengan nama CEPPOV dari singkatan Combustion Engine Pure Palm Oil Vehicle.

Ia menjelaskan bahwa riset ini lahir dari kebutuhan transportasi desa yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan minyak nabati yang banyak diproduksi dalam hal ini minyak sawit. Saat ini minyak sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar setelah dikonversi menjadi biodiesel sehingga jika kita memotong proses konversi tersebut (dengan memanfaatkan minyak sawit secara langsung) dapat mengurangi biaya produksi dan menunjang peningkatan perekonomian desa dari sisi transportasi.

“Kedepan desa menjadi penunjang perekonomian kota dan dari desa dilakukan transformasi sosial, bidaya dan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, ITERA mengambil peran dalam proses transformasi tersebut melalui penelitian mobil desa ini,” jelasnya.

Lalu seperti apa spesifikasi CEPOV-ITERA-1? Mobil desa ini menggunakan motor diesel bertenaga 7 HP yang telah dimodifikasi. Kecepatan rata-rata 20 km per jam. Dan konsumsi bahan bakar  untuk 1 liter minyak sawit murni dapat menempuh jarak 10 km.

Dalam website ITERA dijelaskan CEPOV ITERA-1 memiliki keistimiewaan dalam pemanfaatan minyak sawit murni sebagai bahan bakar. Berdasarkan hasil uji Laboratorium Konversi Energi ITERA, mobil CEPOV ITERA-1 dapat menempuh jarak sejauh 10 km dalam setiap 1 liter bahan bakar minyak sawit murni yang digunakan.

Dalam proses produksinya, minyak sawit murni yang dijadikan bahan bakar tidak harus melalui konversi menjadi biodesel, sehingga dapat menghemat biaya produksi. Pembuatan bahan bakar minyak sawit murni dilakukan melalui proses pengepresan biji sawit dan pemurnian berupa proses degumming untuk menghilangakan getah fosfolipid dan zat lain yang terbawa saat pengepresan. Berdasarkan perlakuan di laboratorium, 1 Liter minyak sawit mentah atau CPO dapat menghasilkan sebanyak 800 mL atau 80% minyak sawit murni atau PPO.

“Memang minyak sawit murni yang digunakan harus telah melalui proses degumming dan deacidifying (netralisasi),” jelasnya.

Ada dua tantangan yang dihadapi dalam pengembangan riset mobil desa. Pertama, membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengembangkan mobil sawit murni menjadi lebih baik lagi terutama dalam pembuatan reaktor portable untuk membuat minyak sawit murni yang mudah dibawa kepedesaan.

Kedua, memperkenalkan dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya didesa untuk dapat menggunakan mobil berbahan sawit murni dan dapat memproduksi sendiri bahan bakarnya.

Rico menjelaskan CEPOV-ITERA-1 akan tetap dilakukan pengembangan antara lain mengembangkan reactor pembuatan minyak sawit murni minimal dengan kapasitas 50 L  perhari. Dan dilakukan Penyempurnaan mobil desa ini dengan penambahan pompa air, huller, generator sehingga dapat lebih menunjang pekerjaan petani serta aplikasi motor diesel pada berbagai mesin produksi.

“Saat ini masih dalam proses penjajakan kerjasama dengan beberapa UMKM untuk proses produksi mobil desa termasuk penjajakan kerjasama dengan IOI institute Otomotif Indonesia,” kata Rico.

Rektor ITERA Prof. Dr.-ing. Drs. Ir. Mitra Djamal IPU., dalam website resmi ITERA, menyambut baik Mobil desa ramah lingkungan karya ITERA ini, menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat pedesaan yang kesulitan mengakses bahan bakar seperti solar atau bensin karena akses desa yang sulit dan minimnya pasokan bahan bakar.

Selain itu, menurut Rektor CEPOV ITERA-1 juga menjadi solusi pengembangan kendaraan berbahan bakar non fosil yang lebih ramah lingungan. Kedepan ITERA akan terus mengembangkan mobil desa yang saat ini masih dalam tahap prototipe, dan memasarkannya dengan harga yang terjangkau kedesa-desa yang ada di Sumatera, diawali dengan desa di Lampung.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit indonesia, Edisi 127)

Share.