Harga sawit petani anjok hingga 60% setelah dua minggu berjalannya larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya. Agar tidak berlarut-larut, 250 petani anggota APKASINDO turun ke Jakarta.

Senyum bahagia terlihat dari wajah petani sawit yang masih berada di Jakarta. Aksi keprihatinan petani sawit  yang serentak berlangsung di 22 provinsi dan 146 kabupaten/kota membuahkan hasil.

“Terimakasih dan salam hormat kami petani sawit Indonesia kepada Pak Jokowi. Meskipun sulit dan berat menjalani 28 hari masa-masa sulit sejak bapak melarang ekspor,” ujar Dorteus Paiki, Sekretaris DPW APKASINDO Provinsi Papua Barat, yang masih bertahan di Jakarta selama dua harinya.

Dorteus mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada Presiden Jokowi setelah larangan ekspor CPO dan minyak goreng serta bahan bakunya dicabut. Perjalanan lebih dari 10 jam harus ditempuh dari Manokwari ke Jakarta.

“Dari Manokwari ke Jakarta, kami pakai biaya sendiri untuk tiket dan penginapan. Ini semua kami lakukan karena sawit menjadi sumber nafkah petani di Papua Barat. Sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia,” jelas Paiki.

Pidato Presiden Joko Widodo yang membuka larangan ekspor CPO dan minyak  goreng serta bahan bakunya disampaikan dalam kanal youtube Sekretariat Presiden RI, Kamis (19 Mei 2022).  Presiden Joko Widodo memutuskan  akan kembali membuka ekspor minyak goreng mulai Senin 23 Mei 2022. Keputusan tersebut diambil pemerintah setelah memperhatikan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan para tenaga kerja dan petani di industri sawit.

Salah satu pertimbangan Presiden Jokowi antara lain berasal dari Aksi Keprihatinan Petani Sawit yang dilakukan APKASINDO dua hari sebelumnya, 17 Mei 2022.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya, maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin, 23 Mei 2022,” ujar Presiden.

Gulat mengucapkan terimakasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Presiden Jokowi. Karena sawit adalah sumber nafkah kami sekaligus harapan dan masa depan ekonomi Indonesia. Inilah yang membuat sawit Indonesia disegani dunia.

“Kami sepakat MGS (minyak goreng sawit) harus tersedia dan terjangkau di masyarakat (domestik), dan kami Petani Sawit sangat terhormat diberi kesempatan untuk mewujudkan harapan Presiden tersebut,” ujarnya.

Diakui Gulat, keputusan Presiden Jokowi sebelumnya yang melarang ekspor memang cukup sulit kendati sudah sangat mempertimbangkannya dari semua aspek dan terukur. Oleh karena itu, mari kita jadikan peristiwa larangan ekspor tersebut sebagai intropeksi diri Sawit Indonesia dan menjadikannya pelajaran hebat untuk naik kelas tata kelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, terkhusus naik kelasnya petani sawit menatap masa depannya.

Sebagai informasi, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mengerahkan petani di 22 Provinsi se-Indonesia untuk melakukan Aksi Keprihatinan Petani Kelapa Sawit Indonesia yang dilakukan serentak mulai pukul 09.00-12.00 WIB pada Selasa (17 Mei 2022). Tujuan aksi keprihatinan menyikapi dampak Larangan Ekspor Minyak Goreng dan CPO yang berdampak langsung kepada anjloknya harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit  di seluruh Indonesia, terkhusus sentra perkebunan kelapa sawit.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 127)

Share.