Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XCVI)

Tetapi jika repotasinya rusak akibat solar, pihak industri makanan pilih yang aman, walaupun lebih mahal. Sebanyak 22.000 ton CPO yang teremar solar dikapalkan kembali, dan tiba di Bealwan pada tanggal 12 Februari 2000. Keterangan itu diberiakan pihak daministrator Pelabuhan Belawan kepada wartawan Reuters.  Namun, seiring waktu dan atas itikad baik pihak produsen CPO di Indonesia untuk meningkatkan mutu CPO-nya, kepercayaan Eropa kepada Indonesia pun kembali pulih. Ekspor CPO pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja peristiwa ini memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi semua pihak yang bergerak di dunia usaha sawit.

Hubungan baik dengan Stuart Logan, Sekretaris Eksekutif FOSFA, juga sangat menolong. Pada acara tahunan tahun 2000, Stuart Logan memberi saya kesempatan berbicara didepan 450 perusahaan dan eksekutif perusahaan dari seluruh Eropa dan bahkan dari Amerika Latin dan Asia. Saya didaulat sebagai tamu kehormatan untuk menyampaikan pidato. Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Baca Juga :   Bagaimana Mengelola Keanekaragaman Hayati Dan Ekosistem? (Selesai)

Ketika diantar oleh protokol memasuki ruangan dan langsung menunju podium di dekat meja depan, saya melihat Dorab Mistry dan M.R. Chandran diantara para tamu. Saya mengangguk sambil tersenyum kepada teman-teman ini. Pidato saya harus singkat, tetapi mengenai sasaran. Stuart Logan berpesan, paling baik 10 menit, tetapi buleh lebih satu – dua menit.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like