Cetak Kinerja Gemilang, Laba Bersih Astra Agro Meroket 294,6%

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Astra Agro Lestari Tbk membukukan kenaikan pendapatan sepanjang 2020 sebesar Rp 18,8 triliun. Pendapatan ini meningkat 7,8% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 17,45 triliun. Produk CPO tetap menjadi andalan perusahaan.

Emiten berkode AALI ini menikmati berkah membaiknya harga CPO di semester kedua 2020. “Faktor harga inilah yang mendukung pendapatan dan laba perusahaan,” ujar Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa, dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara virtual, Rabu (14/4/2021).

Hadir dalam Public Expose yaitu Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Santosa dan Corporate Secretary Mario Casimirus Surung Gultom.

Merujuk laporan tahunan perusahaan, Harga jual rata-rata CPO international naik 26,3% menjadi USD 715/Ton di tahun 2020 dari USD 566/Ton di tahun 2019 dan berdampak pada meningkatnya harga jual CPO Perseroan sebesar 27,8% menjadi Rp 8.545/Kg di tahun 2020 dari Rp 6.689/Kg di tahun 2019.

Kenaikan tersebut membawa dampak yang sangat positif pada total pendapatan serta profitabilitas Perseroan. Pendapatan Perseroan mengalami kenaikan sebesar 7,8% dari Rp 17,45 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp 18,81 triliun pada tahun 2020.

Dari segmen produk, perseroan tetap mengandalkan penjualan minyak sawit dan turunannya sebesar Rp 17,37 triliun. Sementara itu, produk kernel dan turunannya berkontribusi Rp 1,30 triliun. Sisanya bersumber dari pendapatan lain.

Tren harga positif menjadi penopang ditengah lesunya volume penjualan produk minyak sawit perseroan sepanjang 2020. Dari segi volume, perseroan telah mencatat penjualan CPO pada tahun 2020 sebesar 1,50 juta ton atau turun sebesar 13,9% dari tahun 2019 sebesar 1,74 juta ton. Penurunan tersebut diikuti dengan penurunan penjualan produk turunan CPO sebesar 12,7% dari 605 ribu ton di tahun 2019 menjadi 528 ribu ton di tahun 2020.

Turunnya penjualan dipengaruhi merosotnya Produksi CPO juga mengalami penurunan dari 1.6 juta ton pada tahun 2019 menjadi 1.4 juta ton di tahun 2020, atau turun 13,6%. Hal yang sama juga terjadi pada produksi olein yang turun 6,9% dan kernel turun 12,6%.

Perusahaan juga mencatat produksi  tandan buah segar (TBS) menjadi 4,6 juta ton pada 2020 atau turun 7,7%, dari 5 juta ton pada 2019.”Faktor cuaca sangat mempengaruhi produksi. Termasuk di tahun ini dalam jangka pendek, sulit lakukan prediksi naik dan turun. Berbicara tanaman, sangat sulit memprediksi peningkatan produksi secara mendadak. Banyak faktor yang mempengaruhinya,” ujar Santosa.

Ia menambahkan perseroan berupaya menjaga produksi sawitnya melalui serangkaian program di bidang riset. Upaya ini dibarengi dengan pengendalian hama dan penyakit  tanaman. Tujuannya agara tidak mengurangi produksi itu dalam jangka pendek dan menengah.

“Apabila dilihat dari faktor absolutnya sangat banyak faktornya. Paling utama berkaitan  perubahan cuaca baik kekeringan dan terlalu basah juga bisa mempengaruhi,” bebernya.

Perseroan menjual produknya di dalam negeri dan luar negeri. Untuk produk turunan kelapa sawit, ada pula yang dijual ke luar negeri seperti Tiongkok, Korea Selatan, India, Banglades, Filipina, Pakistan, Singapura dan Kenya.

“Segmen refineri ini satu rangkaian dari produk awal sampai akhir berupa olein dan turunan. Dalam kondisi tertentu, margin (produk turunan) bisa tidak terlalu bagus karena dipengaruhi pajak di dalam negeri dan kebijakan negara tujuan ekspor. Tahun lalu, margin (produk turunan) lumayan bagus. Namun dalam kondisi tertentu, perlu dijalankan strategi shifting,” ungkapnya.  

Perseroan memanfaatkan dan mengaplikasikan teknologi digital di seluruh proses dan tahapan produksi pabrik kelapa sawit dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kinerja Perseroan agar semakin efektif dan efisien. Melalui aplikasi DINDA (Daily Indicator of Astra Agro), AMANDA (Aplikasi Mandor Astra) dan MELLI (Mills Excellence Indicator) yang terintegrasi oleh OCA, Perseroan mampu memperoleh data-data yang akurat mengenai operasional kebun secara real-time sehingga analisa dan keputusan dapat diambil lebih cepat, tepat dan akurat.

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like