Peningkatan produktivitas, provitabilitas, dan sustainabilitas usaha tani kelapa sawit hanya dapat dicapai melalui implementasi menyeluruh praktik budidaya yang baik (Good Agriculture Practices / GAP) serta praktik budidaya terbaik (Best Management Practices / BMP). Penerapan prinsip tersebut harus dimulai sejak awal pembangunan kebun, pengadaan bahan tanam, perawatan tanaman, hingga peremajaan.

Dalam upaya berkontribusi untuk mempercepat menyebar luasan informasi dan pendampingan mengenai GAP dan BMP kelapa sawit khususnya kepada pekebun swadaya, Fakultas Pertanian INSTIPER Yogyakarta bekerjasama dengan Yayasan Kehati melalui program Strengthening Palm Oil Sustainability in Indonesia (SPOS) mengembangkan platform penyuluhan digital bagi petani kelapa sawit di Indonesia bernama SAWITKITA.

Aplikasi Sawit Kita saat ini dapat diunduh secara gratis melalui Play Store dan Appstore. Lebih dari 1600 user dari seluruh Indonesia yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi ini. Dengan adanya aplikasi ini tidak ada lagi batasan waktu maupu ngeografis untuk melakukan pendampingan bagi pekebun kelapa sawit.

Aplikasi Sawit Kita terdiri dari 3 pilar utama yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Sistem pakar merupakan pilar pertama yang dapat mendampingi pekebun dalam mengambil keputusan operasional kebun. Terdapat 6 sistem pakar yang tersedia dalam aplikasi ini yaitu: sistem pakar persiapan lahan (Lahan Kita), sistem pakar pembibitan (Bibit Kita), sistem pakar pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT Kita), sistem pakar pemupukan (Ferti Kita), sistem pakar pengelolaan panen (Panen Kita), dan sistem pakar administrasi keuangan (Dana Kita).

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 127)

Share.