Penghentian ekspor CPO Indonesia beberapa waktu menjadi perhatian negara-negara pengimpor CPO. Salah satunya Mesir negara yang menjadi tuan rumah COP 27 tahun 2022 ini.  Hal ini mengemuka saat Direktur Keuangan, Umum dan MR BPDPKS Zaid Ibrahim mengunjungi Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf dan General Manager Gulf Arabian Co importir minyak sawit Indonesia Osama El Manharawy di Kairo, Mesir pada Jumat (11/11).

“Mesir terdampak sekali dengan adanya pandemi covid 19 dua tahun belakangan ini. Ditambah perang Rusia-Ukraina yang berkecamuk mengakibatkan kebutuhan akan minyak sawit Indonesia meningkatkan diluar kebutuhan sebelum pecahnya perang,” terang Dubes Lutfi.

Disisi lain Osama el Manharawy menanyakan kepastian penghentian ekspor CPO tidak terulang kembali di masa yang akan datang.  “Industri makanan dan produk turunan Mesir sangat bergantung pada minyak sawit Indonesia, jadi adanya penghentian ekspor sangat berdampak bagi kami. Besar harapan kami agar kebijakan ini tidak terjadi lagi di masa depan”, imbuh Osama.

“Tingginya permintaan minyak kelapa sawit juga disebabkan perspektif positif masyarakat Mesir. Selain harga yang lebih kompetitif dibanding minyak nabati lainnya, minyak kelapa sawit Indonesia dikenal memiliki gizi yang tinggi,” lanjut Osama.

Zaid Ibrahim mengungkapkan secara khusus mengunjungi Dubes dan Gulf Arabian Co dalam rangka menyampaikan informasi terkini mengenai kebijakan sawit Indonesia dan juga membahas mengenai kerjasama peningkatan ekspor sawit ke Mesir.

“Saat ini produksi kelapa sawit Indonesia sudah cukup baik dan harga di dalam negeri juga membaik. Kedepan ketersediaan mintak sawit untuk ekpor akan meningkatkan juga. Ini bisa menjadi informasi baik bagi Mesir,” jelas Zaid. Kebijakan pelarangan ekpor CPO diharapkan Zaid juga tidak terulang kembali melihat kondisi saat ini.

BPDPKS melakukan lawatan ke Kedubes Indonesia di Kairo, Mesir dalam rangkaian kegiatan COP 27 yang diadakan di Sharm El-Sheikh. Hadir dalam pertemuan narasumber Maritje Hutapea dari KESDM, Cahyo Setyo Wibowo Lemigas KESDM dan Tatang H Soerawidjaja dari ITB.

Sumber: bpdp.or.id

Share.