SAMADE Simalungun Dan STIPAP Jalin Kerjasama Peningkatan  SDM Petani

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – DPD Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Simalungun berupaya mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) petani sawit swadaya di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Upaya ini ditunjukkan melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP) Medan,  Kamis (11 Februari 2021).

Penandatanganan MoU itu dilakukan langsung oleh Muchtar Sudarto Sinaga SP MM dan H Edi Sinaga SAg selaku Ketua dan Sekretaris SAMADE Simalungun, dan Aries Sukariawan SP MP selaku Ketua STIPAP dan didampingi oleh Zulham dan Giyanto selaku Wakil Ketua, para Ketua Bidang Pendidikan dan Kepala Bagian. MoU ditandatangani di kampus STIPAP di Jalan Willem Iskandar, Medan.

MoU ini berkaitan “Pengembangan Institusi dan Edukasi Kelapa Sawit Berkelanjutan”. Muchtar Sudarto Sinaga  menjelaskan bahwa nantinya kedua belah pihak saling bekerjasama mengembangkan SDM untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan.

Pihak SAMADE Simalungun, kata Muchtar, siap mendampingi STIPAP dalam pengembangan kualitas SDM anak-anak petani sawit di Simalungun. Selain itu, Muchtar menambahkan, SAMADE Simalungun juga siap membuka jalan bagi STIPAP agar bisa melakukan MoU yang sama dengan SAMADE cabang kabupaten dan provinsi lainnya demi pengembangan sawit yang berkelanjutan.

“Kami siap memberikan tempat dan mendukung penuh mahasiswa STIPAP untuk pendidikan kerja lapangan (PKL) di basis pendampingan SAMADE Simalungun. Selain itu, berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun agar keberadaan pengembangan SDM ini dapat dirasakan petani sawit,” kata Muchtar yang juga alumni Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, dalam keterangan tertulis.

Sementara Aries Sukariawan SP MP selaku Ketua STIPAP mengaku menyambut baik kehadiran SAMADE yang diketahui memiliki track record yang sangat baik dalam pengembangan sawit yang berkelanjutan, khususnya di lingkungan petani sawit swadaya.

Pihaknya sungguh-sungguh berharap pemerintah, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, dapat membantu dan mendampingi para petani dalam melakukan kegiatan kelapa sawit berkelanjutan seperti pada program peremajaan sawit rakyat (PSR) dan pengembangan koperasi demi kesejahteraan petani sawit.

STIPAP, kata Aries, berkomitmen memperjuangkan anak-anak petani sawit agar memiliki keahlian sebagai pegiat kelapa sawit berkelanjutan. Dengan demikian, kata Aries, anak-anak petani sawit akan bangga bila memiliki cita-cita menjadi seorang pekebun yang sukses, baik dalam mengelola kebun milik orangtua maupun saat bekerja di perusahaan sawit swasta atau milik BUMN.

Untuk merealisasikan hal itu, Aries mengatakan saat ini STIPAP Medan mendidik para anak-anak petani sawit yang memperoleh beasiswa dari program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Agar hal ini meluas, Aries mengatakan STIPAP berharap di masa depan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, mengupayakan agar anak-anak petani sawit dididik di STIPAP, termasuk melalui beasiswa. Apalagi, kata Aries, selama ini muncul anggapan kalau kuliah di STIPAP membutuhkan biaya pendidikan yang besar.

“Misalnya begini, kalau Pemkab Simalungun bersedia mengalokasikan dana pendidikan kepada anak-anak petani sawit yang berprestasi dan kurang mampu, dengan asumsi 30% bantuan Pemkab dan sisanya akan dibiayai Kementerian keuangan 70%, maka anak-anak petani secara otomatis tidak mengeluarkan biaya selama pendidikan,” kata Aries.

STIPAP, kata Aries, saat ini telah menggandeng stakeholder lainnya seperti Holding Perkebunan Nusantara dan perusahaan swasta melalui dana corporate social responcibility (CSR). “Harapan kami anak-anak petani sawit akan senang dan bahagia menjadi pegiat kelapa sawit,” ujar Aries Sukariawan.

Sementara itu dua Wakil Ketua STIPAP, Zulham dan Giyanto, mengungkapkan komitmen STIPAP untuk membantu petani sawit untuk belajar melihat pabrik kelapa sawit (PKS) mini karya STIPAP.

Pihaknya berharap semangat dan keinginan petani sawit untuk memiliki PKS dapat terwujud agar para petani sawit yang tergabung dalam SAMADE dapat mengelola hasil panen tandan buah segar(TBS)-nya sendiri.

4 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like